Trip Tektok Muriaan PP (1/2)

Catatan perjalanan Jakarta–Semarang bersama PO Haryanto HR049

Senin, 24 Desember 2018

Ini adalah catatan perjalan yang kulakukan di penghujung tahun 2018 kemarin. Ketika musim liburan datang, banyak sebagian masyarakat memanfaatkan waktu tersebut untuk berkumpul bersama keluarga ataupun bepergian ke suatu tempat untuk sekedar melepas penat. Seperti di penghujung tahun ini, tentu menyenangkan pergi berlibur bersama keluarga atau teman dekat. Tapi, hal itu justru tidak denganku. Ditengah pekerjaan sehari-hari ditambah kegiatan kuliah beserta tugas-tugasnya yang seabrek membuatku tidak bisa seenaknya berpergian. Apalagi sedang deket-dekatnya UAS, harus sibuk kesana-kesini mengumpulkan tugas demi nilai yang baik.
Biasanya momen liburan seperti ini aku manfaatkan untuk ngebis kemana pun itu. Sempat ada ajakan juga dari beberapa temanku. Tapi, lagi-lagi tugas yang menumpuk terpaksa membuatku membatalkan janji mereka. Mau pilih tugas selesai tapi turing nanti, atau turing sekarang tapi tugas tidak selesai? Hayoo.. hahaa.

Tapi beruntung rupanya, Setelah kupakai sistem kebut beberapa malam dengan terpaksa mengurangi waktu tidur, tugas-tugasku bisa sedikit berkurang, hanya tinggal beberapa saja. Timbullah hasrat untuk turing kembali. Dasar ya. Namanya juga sudah hobi.

Segera kucari-cari tanggal yang sekiranya longgar. Ketemu. Libur natal sepertinya cocok, kebetulan kantorku juga libur. Cari tujuan yang tidak terlalu jauh dan tidak makan waktu banyak, kuputus kan untuk ke Semarang saja. Naik bus angkatan pagi, habis itu langsung putar balik ke jakarta. Cukuplah sehari semalam, apalagi sekarang mau ke Jawa tengah atau Timur sudah terhubung tol, yang otomatis perjalanan jadi lebih singkat. Yang penting euforia bis-bisan tidak hilang walau sedang sibuk-sibuknya aktifitas.

Segera lah kutelepon agen-agen tujuanku. Demi mengamankan bangku mengingat keberangkatan ku merupakan peak season. Setelah tiket aman. Tinggal menunggu hari H.

Sampai akhirnya hari H tiba. Aku berangkat dari rumahku tepat setelah subuh. Karena harus berkumpul di terminal Pulogebang pukul 5 pagi. Rasa kantuk masih menyelimutiku, apalagi hanya tidur 3 jam saja semalam karena harus megerjakan tugas bersama teman. Namun, segarnya udara subuh yang menerpa wajahku itu kembali cukup untuk menyegarkan pikiran dan ragaku. Diatas roda dua milik abang ojek, yang dipacu lumayan cepat membelah kesunyian jalanan Jakarta pagi hari.

Pukul 5:10. Aku akhirnya sampai di terminal Pulogebang, titik berangkatku. Langsung ku menuju masjid untuk menunaikan kewajiban, sebelum nantinya menuju kios agen untuk menebus tiket yang beberapa hari lalu kupesan. Kudapati armada HR049 yang akan menjadi tunggangan ku nanti sudah terparkir rapih dijalur pemberangkatan. Golden Boy, itulah julukannya. Teringat, armada ini menjadi pengantar teman-teman Haryanto Mania ketika famgath waktu itu.

Ini dia penampakan armadanya.

Langsung saja kumasuk kedalam bus, dan menduduki seat no 3 yang mana masih ada dibaris paling depan. Tidak seperti biasanya yang berpola 1a-1b, atau 2a-2b, penomoran seat ini berurutan. Dengan total bangku 30 seat membuat jarak antar bangku sangat longgar. Masih bisa selonjoran dengan kondisi legrest full naik. Dan yang paling penting, bus ini memakai seat dari Rimba Kencana. Entah kenapa senang saja duduk di bangku ini, bentuknya pas di punggung dan tidak bikin pegal saat jalan jauh.

Kursi made in Rimba Kencana

Interior HR049.

Pukul 5:40 bus diberangkatkan dari terminal Pulogebang. Jumlah penumpang saat itu mungkin baru setengah terisi dari kapasitas bangku. Dan akan masih bertambah nantinya saat melewati beberapa agen.

Ayunan suspensi 1626 yang mental-mentul langsung terasa saat pertama akselerasi. Melintasi jalanan tol lingkar luar yang masih cukup sepi pagi itu dengan lahapnya. Hanya sedikit bertemu beberapa titik kepadatan tapi belum termasuk kategori macet. Mungkin beda cerita jika hari sudah agak siang, dimana jumlah kendaraan yang melintas sini akan lebih banyak mengakibatkan kemacetan panjang.

Ditengah kemacetan, bus diarahkan keluar pintu tol .. . menuju salah satu agen untuk menaikan penumpang dan beberapa paket. Cukup banyak juga penumpang yang naik dari sini. Semua bangku bahkan di CD-CB juga terisi. Ternyata penumpang pagi ramai juga, mungkin salah satu faktornya adalah karena musim libur akhir tahun. Banyak pekerja yang menyempatkan pulang ke kampung halamannya sehabis semalam bekerja.

Setelah dari agen, bus kembali masuk ke jalur tol. Dan tidak lagi mampir agen. Langsung bablas melintas tol Jakarta-Cikampek. Oya, bus ini merupakan angkatan paling pagi dari Jakarta yang menuju Kudus dan Jepara. Jadi, selama di tol nanti tidak akan bertemu rival setujuan. Mungkin hanya beberapa bus pariwisata yang kebetulan searah.

Perjalanan disiang hari terkadang memang agak membosankan jika sudah lewat tol. Karena hanya pemandangan monoton yang kita lihat. Jalanan, kendaraan, aspal, dan hanya rimbun pepohonan di pinggir jalan yang itu-itu saja. Tidak ada aktivitas dan bangunan yang menarik perhatian kita. Ya, walaupun lewat tol akan memangkas waktu lebih banyak, sangat cocok untuk pemburu waktu yang menginginkan kecepatan. Tapi yang ingin menikmati perjalanan sepertiku, hal ini bukan sesuatu yang menyenangkan.

Melintasi tol Cipali.

Ditengah perjalanan, akhirnya kami tiba di RM menara Kudus untuk servis makan. Dan bus yang aku naiki ini menjadi pembuka gerbang pertama rumah makan, alias paling pertama sampai. Langsung saja aku bergegas turun dan ke dalam. Menu siang itu ada 2 pilihan yaitu, nasi rames (nasi dan sayur, lauk-pauk) dan soto ayam. Kupilih saja soto ayam karena beda dari biasanya.

Menu servis makan pagi itu.

Disini, penumpang diberi waktu selama hampir 30 menit untuk istirahat. Terhitung pukul 9:34 bus Keluar dari RM Menara Kudus dan kembali masuk tol. Selama di tol, tak ada hal menarik yang bisa di tuliskan. Hanya pemandangan biasa. Namun yang pasti, rekor baru tercipta karena adanya tol ini.

Saat melintas jembatan Kalikuto.

Pukul 12.25 akhirnya aku sudah menginjakan kaki di Semarang, tidak seperti biasanya sebelum ada tol masuk Semarang bisa pukul 3/4 sore. Tapi sekarang bisa 3 jam lebih cepat. Sangat memangkas waktu sekali bukan.

Karena sebelumnya aku sudah pesan tiket bus untuk pulang hari itu juga di Semarang, aku pun langsung menuju agen Kalibanteng untuk mengambil tiket. Tertera pukul 19.00 malam harus berkumpul lagi disini. Pikirku, buat apa juga berlama-lama disini. Aku pun meminta pada agen untuk naik dari terminal Kudus saja, agar bisa hunting dan menghabiskan waktu disana.

“Nanti kabari mba Diah ya mas, bilang mau naik dari Kudus”,

“Oya, nanti dikabari juga busnya yang mana” sambungnya lagi.

Oke, setelah semuanya beres. Aku langsung menyebrang dan mencegat sebuah bus kecil ke terboyo. Menuju perjalanan selanjutnya.. (bersambung)


Jakarta – Semarang

  • PO Haryanto
  • B 2735 VGA
  • HR049 (Golden Boy)
  • Eksekutif Class
  • Seat 2-2 (30 Seats) + Toilet
  • Tarif : Rp 260.000 (Tuslah)
  • Free Snack + 1x Servis Makan
  • Start : 5.40 (Terminal Pulogebang)
  • Servis makan : 8.50-9.34 RM (Menara Kudus)
  • Finish : 12.35 (Kalibanteng)
  • JetbusHDD Karoseri Adiputro
  • Mercedes Benz OH 1626 Built in Suspension