Catatan Perjalanan Bersama Yakuza, Pahala Kencana HT007

[Bus Trip] Jakarta – Wonosobo bersama Pahala Kencana HT007

Pada pertengahan September kemarin, saya berkesempatan menaiki alah satu unit yang bisa dibilang “Jagoan” milik PO Pahala Kencana. Bersama teman saya, Khalik. Kami memulai perjalanan dari terminal Kampung rambutan. Tujuan kami kali itu adalah Purwokerto. Kenapa Purwokerto? karena mengingat Senin pagi kami harus berkegiatan dan menghindari malam Senin yang horor maka kami putuskan touring jarak dekat saja.

Cukup beruntung bisa dibilang. Karena unit yang kami naiki termasuk salah satu unit incaran para penggemar kotak berjalan. Adalah “Yakuza”, itulah julukannya. Berbekal chassis 1626 yang sudah tentu mental mentul jadi nilai tambah tersendiri. Unit ini juga banter, catatan waktunya apik. Beberapa kali saya sempat melihat cuplikannya di YouTube.

Ini dia armada yang mengantarkan kami

Harga tiket perjalanan Jakarta – Purwokerto adalah Rp 110.000, sudah termasuk servis makan di RM Aroma. Namun, kami cuma membayar setengah dari harga normal yaitu Rp 55.000 saja. Ko bisa? Ya, karena waktu itu sedang ada promo diskon 50% untuk perjalanan bus dari salah satu aplikasi travel. Diskon ini hanya berlaku untuk perjalanan dibulan September. Oleh karena itu, kami manfaatkan kesempatan ini untuk touring.

Bentuk tiketnya berupa print-an kertas A4

Selepas sholat Maghrib. Bus kami diberangkatkan. Okupansi penumpang malam itu hampir full seat. Setelah keluar area terminal Kp Rambutan, bus memutar balik di Tanah Merdeka lalu diarahkan masuk pintu tol Dukuh 2, perkiraan kami bus akan menuju terminal Pulogebang untuk menaikan penumpang lagi. Namun perkiraan kami salah. Bus ternyata hanya memutar balik di Utan Kayu lalu kembali masuk tol melalui pintu tol Rawamangun. Ternyata hali ini dilakukan untuk menghindari macet di Jati Asih rupanya.

Namun, nasib sudah kepalang. Macet tak dapat dihindarkan juga. Baru beberapa kilo, kami akhirnya dihadang oleh antrian kemacetan. Beruntung malam itu tak terlalu padat, pasalnya sang pengemudi masih bisa mencari celah kosong. Membuat kami lebih cepat melewati kepadatan. Selepas proyek padat itu bus lebih banyak ambil jalur kanan. Menempel ketat kendaraan didepannya berharap agar diberi jalan. Tapi kalau tak diberi, langsung banting kiri dan meninggalkan jauh dibelakang.

Selama di tol, kami banyak bertemu dengan bus pelangi asal Cibitung. Ya, Sinar Jaya. Sempat juga bertemu Garuda Mas. Namun yang pasti, kami tidak bertemu bus Muriaan yang searah malam itu. Mungkin karena jamnya yang kurang pas. Atau bisa saja kalau jam berangkat bus ini dimajukan lebih awal. Karena angkatan Muriaan biasa berangkat selepas Maghrib dari terminal Pulogebang, yang merupakan tempat pemberangkatan terakhir dari Jakarta. Coba kalau saja bertemu, mungkin aksi malam itu akan lebih seru.

Pukul 00.21. Kami tiba di RM Aroma Cirebon untuk servis makan. Karena sekarang Pahala Kencana menggunakan tiket print yang terdapat barcode, maka kami harus menscan tiket yang kami miliki sebelum mengambil servis makan. Menu malam itu cukup standar saya rasa. Ada sayur kuah, tumis tempe, ayam goreng dan teh manis. Penumpang boleh mengambil sepuasnya tapi tidak dengan ayamnya, karena dijatah satu-satu. Rasanya? Lumayanlah menurutku. Cukup untuk mengganjal perut sampai tiba ditujuan.

Menu makanan malam itu

Disini kami berhenti sekitar 30 menit. Setelah penumpang selesai makan, bus kembali diberangkatkan. Keluar area rumah makan, bus kembali putar arah ke jalan yang sama sebelumnya dan masuk pintu tol Kanci untuk akhirnya kembali masuk tol. Yah, namanya baru selesai makan sambil naik bus mental-mentul alamat bakal tidur nyenyak. Dan benar saja, tak berapa lama saya pun tertidur.

Samar-samar kulihat cahaya berkedip di depan cepat sekali. Perasaan seperti dibawa dengan kecepatan tinggi. Dengan berat kucoba membuka mata melawan kantuk, mencoba memperjelas keadaan. Oh, sedang iring-iringan rupanya. Terlihat bus Sinar Jaya dengan pedenya menari di atas aspal malam itu. Melenggang bebas di depan. Mencoba diikuti oleh Pahala Kencana yang kunaiki. Malam itu jalanan sangat kosong memang. Sampai jalur lawan juga dihajarnya. Segera kuambil kamera. Sayang jika momen seperti ini dilewatkan begitu saja.

Hingga akhirnya di daerah Paguyangan. Barisan kendaraan menghentikan aksi kami. Ada macet yang tidak biasa sepertinya. Sampai beberapa dari kami turun dari bus karena penasaran ada apa. Kami pikir kalau macet biasa harusnya ada kendaraan yang melintas dari arah berlawanan. Tapi ini tidak. Cukup lama kami terdiam di posisi yang sama. Tidak berpindah.

Mengabadikan armada saat macet

Tiba-tiba terdengar perintah dari ujung depan untuk bergerak. Kami pun bergegas kembali ke kursi. Pengemudi langsung memutar kemudinya ke kiri. Kembali ke barisan. Namun tak mau kalah, Sinar Jaya Jetbus3 juga mencoba nyeruduk masuk. Sempat terjadi aksi guyon sedikit antar pengemudi, hingga akhirnya Sinar dipersilahkan jalan duluan.

Setelah kendaraan kami bergerak maju, baru tahu ternyata penyebab macet tersebut karena ada pengecoran jalan. Area proyek lumayan panjang juga. Jalanan hanya dibuka sebagian untuk jalur kendaraan, sedangkan sebagian lain ditutup karena pengecoran. Imbasnya, mau tidak mau kendaraan dari kedua arah harus bergantian lewat. Karena hanya satu jalur saja yang digunakan.

Selepas kemacetan tadi, aksi konvoi kembali terjadi. Kali ini lebih santai dari saat sebelum kemacetan. Tampak 3 unit Sinar Jaya didepan kami kali ini. Mencoba bermain halus dengan permainan sein yang ciamik cukup membuat kami terpuaskan malam itu.

Tak terasa tujuan kami semakin dekat. Dan sekitar pukul 3 dinihari kami turun di depan pintu masuk stasiun Purwokerto. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada kru dan pengemudi. Terimakasih atas perjalanan mengesankannya bersama Yakuza.

Kami segera bergegas kedalam stasiun. Lalu menunggu pagi untuk kembali ke Ibukota.

Habis Busmania, terbitlah Sepurmania.


Jakarta – Purwokerto

  • Pahala Kencana
  • HT007 (Yakuza)
  • B 7909 IZ
  • VIP Class
  • Seat 2-2 + Toilet
  • Jakarta – Wonosobo
  • Tarif : Rp 110.000 (Normal)
  • Start : 18.10 (Terminal Kp. Rambutan)
  • Servis makan : 23.00 (RM. Aroma)
  • Finish : 3.15 (Purwokerto)
  • Mercedes-Benz OH 1626 Built Up Suspension
  • Jetbus Karoseri Adiputro

Purwokerto – Jakarta

  • KA Serayu
  • Ekonomi 5
  • Seat 24C – 24D
  • Start : 6.30 (Stasiun Purwokerto)
  • Finish : 17.20 (Stasiun Jatinegara)