Trip Antarmoda ke Kota Bahari

[Bus Trip] Cerita Perjalanan Jakarta – Tegal PP

Dari event Jamnas BisMania kemarin. Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk menaiki PO Dewi Sri “Haneda” secara cuma-cuma. Ini merupakan hadiah doorprice yang diadakan di event kemarin. Lantas, hal ini tak ku sia-siakan untuk menaiki unit andalan milik Dewi Sri. Segera kucari-cari tanggal yang pas, ketemulah di tanggal 30 Maret. Bertepatan dengan libur Nyepi. Saya pun segera menghubungi om Kaswito untuk menanyakan perihal tata caranya. Sebenarnya ada satu orang lagi yang mendapatkan kesempatan ini, namun karena suatu hal akhirnya hanya saya yang jalan sendiri.

Jum’at, 30 Maret 2018

Karena janji bertemu di Jelambar jam 6:30, tentu hal ini mustahil harus saya kejar mengingat posisi saya yang berada di Depok. Entah jam berapa saya harus pergi untuk sampai kesana. Kalau menunggu subuh pun sepertinya mustahil, karena KRL dari Bogor angkatan pertama itu jam 5. Waktu tempuh Depok – Juanda saja satu jam, belum lagi harus beberapa kali transit Busway. Atas pertimbangan ini maka kuputuskan untuk naik dari KM 19 saja yang lebih strategis. Karena hanya naik bus dari Pasar Rebo, duduk manis, sampai. Dan lebih menghemat waktu.

Setelah kuputuskan naik darimana. Saya pun mengabari Om Wito, beliau pun menyanggupi. Lalu beliau memberikan kontak kru yang bersangkutan supaya mudah melacak posisi mereka.

Pukul 8.25 saya sudah tiba di KM 19. Melihat kondisi tol Japek yang sudah macet semenjak KM 13, rasanya bus akan sedikit telat. Baiklah, kusempatkan ke kamar kecil dan membeli botol minum sambil menunggu bus datang.

Pukul 8.40 Yang dinanti pun tiba. Bus berkelir putih mulai muncul di kejauhan. Nampak memiliki wujud yang beda sendiri dari rekan setimnya. Berbodi Laksana rakitan anyar Laksana SR2. Masih cukup gress kulihat. Saya pun segera naik begitu bus datang. Langsung disambut oleh mas Slamet selaku kru dan langsung memberi selembaran tiket. Kondisi penumpang cukup ramai saat itu, walau masih menyisakan satu dua bangku kosong. Saya langsung menuju bangku deret 6 paling belakang yang kulihat kosong dekat pintu. Ah, posisi paling favorit menurutku selain kursi paling depan.

Bus masih berjalan pelan menembus kemacetan. Meliak-liuk mencari celah kosong didepannya. Aksi sang driver belum terlihat disini. Barulah selepas kemacetan panjang itu, sang driver mulai berani menginjak gasnya dalam-dalam. Saya yang duduk di paling belakang merasakan betul goyangan kewok kanan-kiri.

Saat di Cikampek, bus menurunkan dan menaikan beberapa penumpang dari kolong jalan. Karena bus tidak keluar tol Cikampek, para penumpang pun menunggu di kolong jalan yang agak miring itu. Sepertinya tempat ini sudah menjadi halte bayangan bagi para penumpang.

Selepas kemacetan di tol Japek, lalu lintas sangat lancar sepanjang perjalanan. Hanya menemui 2 titik kemacetan saja di KM 106 imbas adanya perbaikan jalan.

Dalam kabin saya coba merenung, memikirkan bagaimana nanti perjalanan pulang. Sebenarnya saya sudah memesan tiket kereta arah balik. Menggunakan KA Tegal Bahari yang berangkat Pukul 17:00 dari stasiun Tegal. Tapi, pikiranku masih terbayang peristiwa ketika tertinggal kereta di Solo. Ku takutkan hal ini kembali terjadi.

Pukul 12:20, bus diarahkan keluar pintu tol Kanci, menuju RM Aroma. Hanya istirahat saja sekitar 30 menit tanpa servis makan. Karena bus-bus jarak tanggung seperti ini tidak menyediakan servis makan memang.

Setelah setengah jam, bus kembali di berangkatkan. Kali ini menyusuri jalanan Pantura Cirebon – Brebes. Kemacetan lebih sering terjadi disini apalagi ketika melewati pasar maupun persimpangan. Saya pun semakin gusar. Sang driver seperti mendengar doaku. Kali ini mas Slamet yang ambil alih kemudi, dan mulai berani seset kanan – kiri.

Banyak penumpang mulai turun sepanjang jalur Brebes. Lalu lintas pun masih ramai. Beberapa kali masih tersendat kemacetan.

Dan tibalah juga di tujuan akhirku di terminal Tegal. Pukul 15:30 waktu itu. Ternyata suasana di terminal dengan luas sekitar 8ha ini tak berbeda ketika siang maupun malam.

Setelah berpamitan dan berterimakasih kepada kru Haneda. Saya langsung bergegas menuju stasiun Tegal yang hanya berjarak 3,5 km. Dengan menggunakan jasa ojek motor, waktu tempuh kulalui hanya sekitar 15 menit.

Sesampainya di stasiun Tegal. Ternyata kondisi sangat ramai. Mungkin karena letaknya yang tidak jauh dari alun-alun.

Saya langsung bergegas mencetak tiket yang sudah kupesan online sebelumnya. Cukup beruntung mendapat harga kelas eksekutif termurah. Harga Rp 130.000 beda Rp 5.000 dengan ekonomi dibawahnya yang memiliki harga Rp 125.000.

Pukul 17.00 tepat kereta diberangkatkan. Saya duduk di kursi 2A dekat bordes belakang. Masih banyak kursi kosong waktu itu. Di dalam gerbong pun hanya ada 5 penumpang. Selepas stasiun Tegal, kukira kereta akan langsung menuju Jakarta. Ternyata masih mampir di setiap stasiun. Terakhir stasiun Cirebon. Cukup lumayan kulihat penumpang yang naik di masing-masing stasiun. Namun, kondisi gerbongku tak berubah, hanya terisi 1-2 orang saja. Padahal saat itu long weekend, dan di situs juga sudah fullseat. Justru dengan kondisi seperti ini, saya bisa lebih menikmati perjalanan dan bissa mengeksplor setiap sudut kereta tanpa menggangu yang lain.

Perjalanan Tegal – Jakarta kutempuh dengan waktu sekitar 4 setengah jam. Selama itu, tak ada yang menarik. Berbeda ceritanya mungkin bila naik bus. Akan banyak bahan untuk ku ceritakan. Tapi ya mungkin begitulah seninya naik kereta bagi sebagian orang yang menginginkan kenyamanan, kepraktisan, dan kecepatan perjalanan. Tentu semua punya kelebihan kekurangan, tergantung kita yang memilihnya.

Dan Akhirnya, pukul 21:20. Sampailah saya di stasiun Jatinegara. Saya bergegas turun. Sementara kereta melanjutkan perjalanannya ke tujuan akhir stasiun Gambir. Dengan begitu, selesailah perjalanan Jakarta – Tegal PP yang kulalui selama 14,5 jam hari ini.


Jakarta – Tegal

  • PO Dewi Sri
  • “Haneda”
  • Eksekutif
  • Seat 40 (2–2) non Toilet
  • Start : 8:25 (KM 19 Japek)
  • Break : 12:20 (RM. Aroma, Cirebon)
  • Finish : 15:40 (Terminal Tegal)
  • Mercedes-Benz OH 1526
  • Legacy SR2 Karoseri Laksana

Tegal – Jakarta

  • KA Tegal Bahari
  • Eksekutif 4-2A
  • Price : Rp 130.000
  • Start : 17:00 (Stasiun Tegal)
  • Finish : 21:23 (Stasiun Jatinegara)