Jambore Nasional BisMania Community 2018

Lampung, 10 Maret 2018

Acara akbar Jambore Nasional BisMania Community merupakan acara rutin tahunan yang diadakan oleh BisMania sebagai ajang berkumpul bersilaturahmi bersama berbagai dulur dan kawan penggemar bus dari berbagai korwil dan daerah. Acara yang sudah kesembilan kalinya diadakan ini memang selalu menarik perhatian para penggemar bus. Banyak rangkaian acara yang seru dan asik, mulai dari konvoi, parade bus, pengenalan bus-bus keren, koleksi miniatur, dan tentunya hiburan malam berupa orkes dangdut.

Dalam setiap tahunnya acara Jamnas juga diadakan sebagai bentuk perayaan ulang tahun BisMania Community. Dan di 23 Maret tahun ini BisMania Community sudah menginjak usianya yang ke-10 tahun. Usia yang dimana bisa dikatakan tidak muda lagi. Dan BisMania selaku wadah para penggemar transportasi umum khususnya bus. Tak henti-hentinya menggalakkan gerakan kesadaran naik angkutan umum dengan jargon “Ayo Naik Bus”.

Ditahun ini pertama kalinya acara Jamnas diadakan diluar pulau Jawa. Korda Sumatera selaku tuan rumah, mengambil tempat di Pantai Sari Ringgung sebagai tempat venue acara.

Seperti ditahun-tahun sebelumnya. Aku berkesempatan hadir bersama rombongan Korda Jakarta Raya. PO Primadona, Adi Buzz, dan PO Hariyanto adalah beberapa PO yang berpartisipasi mengantarkan kami ke tempat acara.

Parkiran UKI Cawang, menjadi tempat kami berkumpul sebelum berangkat. Disini, para peserta dari berbagai korwil dibawah naungan korda Jakarta juga ada kawan dari korwil lain didata sebelum masuk ke busnya masing-masing. Pembagian kaos dan pemasangan banner juga dilakukan disini.

Pukul 22:35. Rombongan kami bertolak menuju RM. Jokowi Merak sebagai tempat meeting point.

PO Hariyanto berkode MD02 masih berjalan santai di jalanan tol dalam kota meski 2 temannya sudah didepan. Dalam perjalanan selepas UKI Cawang kebetulan yang bertugas dibalik kemudi adalah mandor Hendro yang nampaknya penasaran dengan mesin OF917 menggantikan sementara mandor Pollo, driver sebenarnya.

Mercedes-Benz OF917 “Kecil namun bernyali”

Pak Mandor dibalik kemudi

Pukul 00:20, rombongan kami singgah sebentar untuk istirahat di rest area KM 68 Serang. Sambil sesekali mencari kabar rombongan lain.

Saat istirahat di KM 68

Setelah hampir satu jam, rombongan kami kembali berangkat menuju RM. Dharma Raya Merak untuk istirahat sarapan pagi.

Sesampainya di rumah makan, panitia kami membagikan servis sarapan pagi. Sambil istirahat, beberapa dari kami gunakan waktu untuk ngopi dan sarapan.

Setelah dari RM. Dharma Raya. Rombongan kami segera menuju meeting point Jamnas untuk berkumpul bersama rombongan korwil dan korda lain. Tempat meeting point ini berada di RM. Jokowi, letaknya tidak begitu jauh dari tempat istirahat kami sebelumnya.

Berkumpul bersama sedulur lain

Dari RM. Jokowi ini semua rombongan bus peserta Jamnas nantinya akan dikoordinir untuk menuju Pelabuhan Bakauheni secara beriringan. Begitu pula saat masuk kapal dan menuju lokasi Jamnas.

Foto bersama BMC Korda Jakarta Raya

Penyeberangan kami lalui selama 2 jam menggunakan kapal. Fasilitas orkes dangdut menjadi hiburan utama kami diatas kapal pagi itu. Sangat menghibur. Banyak dari kami yang ikut berjoget bersama para biduan. Ramai sekali. Seperti kapal ini hanya diisi oleh rombongan kami saja.

Aku dan beberapa kawanku lebih memilih berada di dek atas kapal yang terbuka. Menikmati semilir angin laut.

Perjalanan selama 3 jam diatas kapal terasa sangat cepat. Tau-tau kami sudah harus kembali ke bus, karena kapal akan segera bersandar.

Dan akhirnya. Sampai juga aku ditanah Sumatera. Pertama kalinya diriku menginjakan kaki disini.

Rombongan bus kami langsung membuat barisan untuk iring-iringan. Dipimpin langsung oleh patwal dan para panitia Jamnas. Bus kami berjajar membuat barisan yang panjang sekali. Ada sekitar 20an bus waktu itu. Inilah momen yang paling seru menurutku.

Konvoi menuju lokasi Jamnas

Bus yang kunaiki memang yang terkecil diantara puluhan bus peserta Jamnas lainnya. Tapi jangan salah. Walau kecil begini, sering membuat rusak barisan Jamnas. Aksi seset kanan-kiri, membuat rombongan lain harus mengalah.

Menjelang dzuhur. Rombongan kami menepi di masjid Kalianda. Untuk makan siang dan memberi jeda bagi yang ingin mandi dan ke air. Disini, rombongan dari Lampung, Riau juga ikut bergabung. Disini pula kami sempat berfoto bersama para polisi yang mengawal acara kami, sebagai bentuk dukungan akan keselamatan berlalu lintas dijalan raya.

Setelah hampir satu jam. Rombongan kami kembali berangkat menuju pantai Sari Ringgung, tempat acara berlangsung.

Demi cepat sampai lokasi acara. Rombongan kami tidak melewati kota Lampung. Tetapi mengambil lintas barat via Tarahan – Telukbetung demi menyingkat waktu perjalanan.

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang. Akhirnya rombongan kami sampai di pantai Sari Ringgung. Tempat acara sudah ramai oleh berbagai stand, panggung, dan rombongan jamnas lain yang sudah lebih dulu sampai. Kedatangan kami langsung disambut kemeriahan dari tuan rumah.

Beberapa dari kami turun sementara bus-bus diparkir menghadap pantai.

Lokasi fotogenik pantai Sari Ringgung

Panggung acara Jamnas

Pantai berpasir putih dengan laut dangkal berwarna biru bening. Indah sekali. Namun, permukaan pantainya cukup banyak batu berkarang yang cukup bikin kaki kesakitan.

View lokasi Jamnas

Ada banyak stand jajanan maupun merchandise yang berdiri.

Menjelang sore, para peserta rombongan melakukan sesi foto bersama. Ada juga model berpakaian khas Lampung yang sengaja dihadirkan.

Model Jamnas 2018

Kegembiraan para peserta rombongan cukup terasa. Bagaimana rasanya bertemu dengan sedulur satu hobi yang terpisah dengan jarak. Momen perkumpulan seperti ini menjadi saat yang tak bisa dilewati begitu saja. Ajang tahunan ini bagai wadah bagi siapapun untuk silaturahmi antar anggota.

Namun, ketika maghrib menjelang. Cuaca tiba-tiba berubah menjadi hujan deras. Angin kencang disertai petir menggelegar membuyarkan acara. Seluruh rangkaian acara langsung berantakan. Stand-stand berkibaran. Panggung utama pun diturunkan.

Pukul 19:30. Akhirnya diputuskan perayaan simbolis ulang tahun BMC dirayakan di bawah tenda sederhana dengan penerangan seadanya. Doa dan harapan bagi kebaikan komunitas ini tentunya selalu dipanjatkan. Rombongan pun diarahkan kembali ke pelabuhan Bakauheni setelahnya.

Tepat pukul 20:30 rombongan kami bergerak meninggalkan kawasan pantai Sari Ringgung. Beriringan seperti saat pertama datang kesini.

Kami, dan rombongan lain akhirnya saling berpisah di pantai Sari Ringgung. Menuju tujuannya masing-masing. Semoga setelah ini kami bisa kembali berjumpa.

BMC Korda Jakarta Raya – Korwil Guci – Korwil Bekasi

Memang benar kata pepatah, tak perlu sedarah untuk menganggap orang lain saudara.

Salam sejatinipun seduluran.


Trip Report Budiman Yogya – Tasik

[Bus Trip] Yogya – Tasik

Sabtu, 17 Februari 2018

Setelah berembuk dan diskusi alot. Kami akhirnya memutuskan menggunakan jasa PO Budiman untuk mengantar kami ke Tasik.

Tadinya, plan kami dari Jogja ini adalah ingin naik Efisiensi sampai Buntu, lalu disambung Sugeng Rahayu (SR) sampai Tasik atau Bandung. Namun, faktor tidak ingin repot dan menghindari ketidak jelasan armada, kami memilih cari aman.

Lagipula, Budiman IL239 sudah menggoda kami untuk segera naik ke dalam singgasananya. Mencicipi cooler di jalur selatan seperti ini pasti memberikan sensasi tersendiri.

Budiman menuju Tasik yang sudah siap di jalur

Pukul 17:30 tepat, bus kami diberangkatkan. Menjadi angkatan terakhir Budiman yang diberangkatkan dari terminal Giwangan ini. Ada sekitar 2/3 penumpang yang naik dari total kapasitas bangku.

Diberangkatkan dari terminal Giwangan

Jalan ring road timur cukup lancar sore itu. Memang, ada beberapa lampu merah yang agak banyak disini. Sampai akhirnya, bus kami berhenti di agen Budiman Imogiri. Menaikan sekitar 5 penumpang dan beberapa karung paket. Aku turun, sekedar mengabadikan armada.

Bersama Budiman IL239

Setelah 20 menitan berhenti, bus kembali diberangkatkan.

Senja mulai datang, bersama malam yang menjelang. Lampu-lampu kota dinyalakan. Warga lokal bersembunyi dibalik pintu.

Alunan kriyet suspensi dan bunyi rem udara tampak indah bersahutan. Berkolaborasi membentuk irama khas. Bus tampak fasih melahap berbagai liukan di depan dengan lembut.

Hingga pada akhirnya sekitar pukul 20:20 malam. Bus diberhentikan di agen kontrolan daerah Purworejo. Kondektur turun, mempersilahkan para penumpangnya istirahat dan ke toilet. Agen kontrolan ini menyatu dengan warung, jadi para penumpang bisa sekalian membeli panganan sekadar untuk mengganjal perut. Walaupun nanti juga akan berhenti lagi untuk servis makan.

Saat berhenti kontrolan di agen Purworejo

Sekitar 15 menit berhenti. Bus kembali diberangkatkan.

Jalur sepanjang Purworejo ini tampak sepi. Keramaian terlihat hanya di pusat-pusat kota. Kami juga tidak menemukan sesama bus lain kecuali rombongan pariwisata.

Sang driver masih setia dibalik kemudinya. Memacu kendaraannya dengan gaya mengemudi yang tak berubah sejak awal berangkat. Tetap nyaman dan sukses menina bobokan penumpang. Aku rasa kebanyakan driver Budiman memiliki ke-khas-an tersendiri setiap mengemudi. Inilah mungkin kenapa bus ini dijuluki Rajanya jalur selatan.

Sekitar pukul 22:00. Kami akhirnya berhenti di rumah makan Taman Sari Rasa didaerah Sampang Cilacap untuk servis makan. Begitu melihat namanya, aku langsung teringat dengan dua tempat servis makan bus-bus malam di Pantura yaitu RM. Taman Sari Cipali dan RM. Sari Rasa Kendal. Mungkin nama rumah makan ini terinspirasi dari dua nama tempat makan tersebut ya. Mungkin saja.

Saat servis makan di RM Taman Sari Rasa

RM. Taman Sari Rasa ini cukup luas. Terdapat dua lapangan parkir yang cukup luas di depan jalan dan didalam area rumah makan, yang dipisahkan oleh bangunan ruang makan. Dibagian belakang ternyata terdapat area kolam renang. Rumah makan ini biasa menjadi tempat bagi bus-bus Budiman tujuan Wonosobo, Yogya, Solo, untuk servis makan.

Menunya cukup standar servis makan bus malam. Sepiring nasi diisi sayur, daging/telur, kerupuk dan teh tawar. Dan rasanya cukup enak menurutku.

30 menitan berhenti. Bus kami kembali berangkat. Karena faktor kenyang dan nyamannya ayunan chassis cooler. Sehabis rumah makan aku sukses tertidur. Dan yang ku ingat, bangun-bangun sudah masuk pool Tasikmalaya. Segera bergegas aku turun, sambil memperhatikan barang bawaan takut tertinggal. Saat kulihat jam, ah baru jam 3 ternyata. Kami pun akhirnya memilih beristirahat di pool Tasik ini sambil menunggu bus angkatan pertama menuju Jakarta paginya.


PO Budiman

  • Bisnis AC
  • 49 Seats (2-2)
  • Non Toilet
  • Start : 17:30 (Terminal Giwangan)
  • Control : 20:35 (Agen Purworejo)
  • Break : 22:05 (RM Taman Sari Rasa)
  • Finish : 2:30 (Pool Tasik)
  • Mercedes-Benz OH 1521 Intercooler
  • JetbusHD Karoseri Adiputro

Mencicipi bus tingkat Harapan Jaya, si kuda bongsor dengan segudang fasilitas.

[Bus Trip] Jakarta – Maospati

Di penghujung September 2017 kemarin. PO Harapan Jaya membuat gebrakan di belantika perbusan nasional dengan meluncurkan armada terbarunya yaitu 2 unit Double Decker (bus tingkat). Kabar awalnya memang kedua bus ini diperuntukkan untuk kelas reguler / AKAP.

Dan sekitar awal Desember, bus ini secara resmi melayani penumpang dengan rute Madiun – Poris PP. Bus yang ditopang oleh chassis mumpuni besutan Scania K410 ini, memiliki 3 kelas dalam satu armada. Di lantai bawah, ada kelas Eksekutif plus yang berjumlah 8 seat, dan kelas Sleeper berjumlah 2 buah. Di lantai atas sendiri ada kelas Super Luxury plus dengan konfigurasi seat 2-1 yang berjumlah 22 seat.

Harapan Jaya Double Decker

Selain kelas tersebut, banyak fasilitas lain yang tersedia, diantaranya free telpon (khusus ke nomor Indosat), fasilitas free streaming, kursi pijat, dan dispenser.

Konfigurasi seat 2-1

Coffe dan teh gratis

Daftar fasilitas Harapan Jaya Double Decker

Sleeper seat Class

Dispenser

Tentunya dengan fasilitas dan kelas yang mewah tersebut, banyak yang tertarik untuk menaikinya, termasuk aku.

Dan pada 16 Februari kemarin, akhirnya bisa berkesempatan menaiki si kuda tingkat ini. Sengaja memesan jauh-jauh hari demi mengamankan single hootseat lantai atas. Dengan mahar Rp 375.000 kita sudah bisa menaiki bus ini dengan segala fasilitasnya di kelas Super Luxury.

Double Decker Dengan 3 Kelas Berbeda

Dalam perjalanan kali ini, aku tidak melakukannya sendirian. Ada 2 kawanku yang juga berangkat naik bus Harapan Jaya ini tapi mereka naik dari Bekasi Timur dengan kelas berbeda. Dan kami berjanji akan bertemu di pool Maospati nantinya.

Jumat, 16 Februari 2018

Hari itu, selepas shalat Jumat. Aku menuju agen Poris untuk menebus tiketku. Tidak lama, pukul 13:20 bus diberangkatkan dari terminal Poris dengan jumlah penumpang kurang dari 10 orang. Tentunya masih akan bertambah lagi karena bus ini masih akan berhenti di agen-agen yang dilaluinya.

Sepanjang jalan, banyak orang yang memandang heran dan aneh pada bus ini. Mungkin masih baru-barunya sehingga banyak yang baru tau bus tingkat ini. Malah ada yang sempat curi-curi foto.

Pukul 14:45. Bus kami memasuki agen Grogol. Karena berhenti cukup lama disini, aku sempatkan turun dan membeli beberapa minuman ringan untuk menyegarkan badan, mengingat kondisiku sedang agak tidak enak badan saat itu.

Setelah 20 menitan berhenti, bus kembali diberangkatkan. Melalui tol dalam kota, bus tampak melenggang santai. Jalanan relatif lancar siang itu, hanya saja begitu melewati KM 14 lalu lintas mulai padat. Imbas proyek Cikampek lantai dua memang membuat siapapun yang lewat harus lebih bersabar.

Area 234 Cikarang menjadi agen terakhir yang disinggahi oleh bus ini. Rupanya hari ini penumpang rata bangku. Syukurlah, hari-hari libur memang selalu jadi momen yang tepat untuk mengais penumpang. Tak seperti hari biasa yang kadang satu penumpang pun sudah bersyukur.

Kukabarkan kawanku bahwa lalu lintas sore itu agak kusut. Rupanya mereka baru saja take off dari Bekasi Timur.

Kemacetan baru terurai di KM 142. Dari sini, bus kembali bisa melenggang bebas. Dikemudikan oleh Pak Dhe Gufron, bus melaju cepat namun tetap nyaman saat meng-overtake berbagai kendaraan didepannya. Terbukti memang, jam terbang serta pengalaman driver senior ini tak diragukan lagi.

Ketika sedang asik melaju diatas aspal Cipali, bus diarahkan ke kiri keluar pintu tol Kanci. Rupanya, bus menuju RM. Aroma Cirebon untuk servis makan.

Berbaris Bersama Harapan Jaya Lainnya

Ayam goreng, sayur bihun, tumis tempe dan sup jadi menu makan malamku saat itu. Oh ya, karena tidak doyan ayam, sang pelayan ternyata menawariku telur bulat, kenapa tidak. Sungguh pelayan yang pengertian.

Seperti biasa, 30 menit menjadi waktu yang diberikan kepada para penumpang untuk memanfaatkan waktu servis makan ini. Entah itu untuk ibadah maupun sekedar ke kamar mandi.

Pukul 21:50, bus bertolak dari RM. Aroma. Bukannya melewati jalur Pantura Cirebon, bus malah digiring kembali masuk tol Kanci. Dan pukul , barulah bus keluar tol Brebes Timur untuk kemudian kembali berdansa di tanah Pantura. Kali ini roda kemudi dipegang oleh mas Suryo, driver tengah.

Ada beberapa bus Soloan maupun Wonogirian yang searah dengan kami malam itu. Sebut saja macam Raya, Rosalia, Gunung Harta, dan teman sendiri sesama Harapan Jaya.

Jujur, selama perjalanan aku lebih banyak menikmati fasilitas yang ada di bus ini, dibanding mengamati jalan. Dan hal itu cukup membuatku tak ingin beranjak dari kursi sendiri, walau sebenarnya ingin sekali berkeliling ke setiap sudut bus ini.

Sabtu, 17 Februari 2018

Menjelang subuh, sekitar pukul 4:38 pagi. Hawa ruangan yang dingin membangunkan tidurku. Sinar fajar masih malu-malu mengintip di ufuk timur. Sudah masuk Salatiga rupanya.

Kukabarkan kawanku bahwa sebentar lagi akan masuk Tirtonadi, Solo. “Oke siap, masih di Tembalang nih” balasnya dari ujung sana.

Entah bangku keberapa dibelakangku, penumpang nya nampak turun ketika bus memasuki pelataran terminal Tirtonadi. Penumpang pertama yang turun dari bus ini. Ingin rasanya mencicipi kursi pijat dibelakang, tapi ada penghuni tetap yang tak kunjung beranjak dari sana. Niatku kuurungkan.

Hari makin terang, selepas Karanganyar. Hawa pagi hiruk pikuk masyarakat desa nampak syahdu dipandang. Membuat rindu.

Satu persatu penumpang mulai turun. Menyisakan kursi kosong yang masih berantakan. Aku turun ke bawah, mencoba rasanya duduk di kelas Eksekutif plus. Tak apa meski turun kelas, nyamannya masih sama.

Tak lama, perhentian berikutnya tiba. RM. Duta Ngawi, tempat servis makan pagi. Pukul 6:48 waktu itu. Efek kemacetan semalam, membuat beberapa bus Harapan Jaya lain juga kesiangan masuk sini.

Telat Masuk RM Duta 2

Salah satu enaknya naik Harapan Jaya dari barat, terutama kelas VIP keatas. Bisa dapat makan 2x. Meski tidak adanya Snack namun fasilitas dari bus sendiri sudah cukup bagiku. Tidak demikian bila kita melakukan perjalanan dari arah timur, makan pagi justru ditiadakan dan diganti snack kotak, ya cukuplah untuk mengganjal perut.

Di RM. Duta ini sistemnya kita bisa memilih menu yang disediakan. Bukan lagi perasmanan seperti biasa. Dan yang paling dijagokan banyak orang ketika kesini adalah rawonnya.

Sekitar pukul 7:25, bus kembali diberangkatkan. Beberapa penumpang mulai turun. Menyisakan 2 penumpang di dek atas, aku salah satunya.

“Sampeyan turun pool ya mas?”

“Iya mas”

“Cuma main doang kan?, Ikut muter dulu ya ke Magetan”

“Oh iya mas gapapa, santai ko”

Begitulah ajakan mas Agus selaku kru kepadaku. Kenapa tidak? toh bisa lebih lama di bus ini.

Drop terakhir di terminal Magetan

Pukul 8:13 di terminal Magetan. Menjadi tempat perhentian terakhir bagi para penumpang untuk turun. Bus pun langsung putar kepala kembali ke pool Maospati. Menyisakan aku, satu-satunya penumpang yang belum turun. Dengan kondisi bus yang kosong, menjadi kesempatanku untuk menjelajah setiap sudutnya.

Dan akhirnya, pukul 9:05. Aku tiba di pool Maospati, tempat perhentian terakhirku. Langsung bertemu kedua temanku yang sudah menunggu.

Terimakasih Harapan Jaya, sang kuda yang sampai saat ini belum pernah membuatku patah hati.


Harapan Jaya

  • Jakarta – Madiun
  • Bus 37 “AG 7312 US”
  • Super Luxury Class
  • Single Seat 1 A
  • 22 Seat (2-1) with Smoking room
  • IDR 375k
  • Start : 13:20 (Poris)
  • Break 1 : 21:19 (RM Aroma Cirebon)
  • Break 2 : 6:48 (RM Duta Ngawi)
  • Finish : 9:05 (Pool Maospati)
  • Scania K410iB
  • JetbusSDD (Double Decker) Karoseri Adiputro