Melesat bersama GMS Commando

[Bus Trip] Solo – Kartosuro – Jakarta

Minggu, 31 Desember 2017

Pagi itu di penginapan, kami berunding untuk memutuskan armada apa yang akan kami naiki untuk pulang ke Jakarta. Sebelumnya kami berniat menuju ke Ngawi (terminal Kertonegoro) selepas dari Solo ini. Namun karena trouble yang menimpaku semalam rencana itupun batal. Biar cari aman dan bisa beristirahat lebih lama karena aku kurang tidur semalam, kami memilih kembali ke Jakarta dari terminal Tirtonadi saja. Karena belum mendapatkan tiket balik, kami langsung mencoba menuju agen bus terminal Tirtonadi berharap masih mendapat kursi untuk pulang.

Hasilnya, kami tidak mendapat satu tiketpun untuk pulang. Musim libur panjang seperti ini memang sulit mendapat tiket dadakan, tapi ini sudah komitmen kami sejak awal berangkat untuk memilih Go Show daripada harus booking. Biar lebih terasa tantangannya.

Setelah hasil di terminal Tirtonadi nihil, tujuan kami berganti menuju terminal Kartosuro. Terminal yang masih didalam wilayah karesidenan Solo dan tidak begitu jauh dari Tirtonadi. Pilihan armada yang masuk ke terminal ini lebih banyak berharap ada tiket yang kami dapat disini. Pukul 11:30 kami bersiap-siap mengemasi barang dan check out.

Menuju terminal Tirtonadi.

Untuk menuju ke terminal Kartosuro kami naik patas Royal Safari arah Semarang dari Tirtonadi. Lalu turun di pertigaan pasar Kartosuro dan dilanjut TransSolo dari sana. Cukup sejam saja waktu tempuh Tirtonadi – Kartosuro.

Menuju terminal Kartosuro menggunakan patas Safari.

Sesampainya di terminal Kartosuro, kami langsung menuju agen mba Desi. Agen ini tentu sudah tidak asing bagi para mania. Setelah bernegosiasi, akhirnya kami dapat 4 tiket untuk pulang ke Jakarta menggunakan bus GMS (Gajah Mulia Sejahtera) dengan kelas eksekutif. Satu teman kami sebelumnya sudah memesan tiket Putera Mulya duluan, mumet katanya cari tiket lagi jadi yang ada saja dinaiki, sayang pilihanya membuat ia kembali berjodoh dengan RK. Sedangkan satunya memilih untuk stay di Solo dan entah naik apa untuk pulang ke Jakarta.

Harga tiket GMS dari Kartosuro untuk kelas eksekutif ini Rp 245.000, beruntungnya berkat bantuan teman kami yang merupakan orang dalam kami dioper ke kelas Super Eksekutif tanpa nambah biaya, rejeki memang.

Sembari menunggu kedatangan bus, kami sempatkan hunting dan mencicipi sate khas Kartosuro. Di terminal ini memang banyak sekali tukang sate berjualan.

Armada yang kami naiki.

Pukul 15:30 armada kami pun datang. Berbody Scorpion King dengan chassis OH1526 berjuluk “Commando”. Kami langsung naik begitu bus datang, dan tidak lama kemudian bus diberangkatkan. Menempati kursi paling belakang dekat toilet bukan masalah sepertinya, jarak kaki yang luas masih sangat nyaman buat kami, maklum hanya 26 seat.

Seat belakang club.

Lepas Kartosuro, armada kami berhenti di sebuah SPBU untuk ganti alternator. Cukup lama, hampir sejam berhenti disini.

Setelah urusan alternator selesai, bus kembali diberangkatkan. Mengambil penumpang di agen Boyolali dan Salatiga, ternyata kami bertemu dengan Harapan Jaya DD (Double Decker). Armada yang hits saat itu.

Aku sempat tertidur selepas Salatiga, dan bangun-bangun sudah di Kendal. Aksi driver yang mosak-masiklah yang membuatku terbangun. Aksi surung DD Putra Mulya jadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan. Armada muriaan seperti Hariyanto pun ikut ambil bagian. Sang driver DD Putera Mulya rupanya tau ada rombongan kami dibelakang, setelah sebelumnya di Kartosuro kami memang bertemu. Sayang aksi ini harus terhenti ketika bus kami masuk RM. Sendang Wungu untuk servis makan. Bersama beberapa armada GMS lain dan Pahala Kencana.

“piye ?, banter ora ?” sang driver langsung melemparkan percakapan ketika melihat kami turun. Wah, ulah teman kami orang GMS itu pasti. Sang driver menyuruh kami untuk duduk di kursi tengah saja, karena kosong tidak ada penumpangnya.

Menu service makan Sendang Wungu.

Pukul 20:15 bus kembali diberangkatkan dari rumah makan. Kali ini gantian driver tengah yang bertugas dibalik kemudi. Pembawaan yang tidak sebanter tadi, membuat kami meilih tidur saja. Tak banyak yang kuceritakan setelah itu, yang kuingat saat itu pukul 2:10 kami mampir ke pool GMS di Cikarang untuk berganti armada/transit. Ternyata disini kami bertemu teman kami orang GMS itu, kami pun mengobrol sebentar sembari menunggu armada selanjutnya. Karena tujuan kami Kp. Rambutan, kami ternyata diikutkan ke bus semula yang rute terakhirnya Ciawi.

Setelah pamitan, kami naik kembali ke dalam bus dan pukul 2:30 bus diberangkatkan. Pukul 3:00, ketiga teman kami turun ketika bus sampai di Kp. Rambutan, sedangkan aku memilih tetap ikut sampai Citeureup karena kendaraanku ada disana. Dan akhirnya, pukul 3:20 sampai di pintu tol Citeureup, aku pun turun dan tak lupa berterima kasih kepada driver dan kru yang bertugas selama perjalanan.

====================================

Solo – Kartosuro

  • (Term. Tirtonadi – Ps. Kartosuro)
  • Safari Lux
  • Patas AC (2-2)
  • Tarif : Rp. 10.000
  • Discovery Karoseri Laksana
  • Hino AK Ranger
  • (Ps. Kartosuro – Term. Kartosuro)
  • Trans Solo
  • AC (2-2)
  • Tarif : Rp. 7.500
  • Titan Karoseri Trisakti
  • Hino RK8

Kartosuro – Jakarta

  • GMS (Gajah Mulia Sejahtera)
  • AD “Commando”
  • Super Executive Class
  • 24 Seats (2-2) with leegrest
  • Toilet + Front Smooking Room
  • Start : 15:44 (Term. Kartosuro)
  • Trouble : 16:10 (SPBU ~)
  • Service : 19:40 (RM. Sendang Wungu)
  • Transit : 2:10 (Pool Cikarang)
  • Finish : 3:20 (Citeureup)
  • Tarif : Rp. 280.000
  • ScorpionKing Karoseri Tentrem
  • Mercedes-Benz OH 1525 Suspension

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *