Bertandang ke ujung selatan kota Satria (3/3)

[Bus Trip] Wangon – Jakarta

Senin, 25 Desember 2017

Setelah menginap semalam di tempat teman kami, paginya kami harus kembali pulang ke Jakarta. Hal ini karena esok selasa kami harus kembali ke aktivitas masing-masing. Dan juga kami merasa tidak enak jika berlama-lama disini, takut merepotkan. Untuk perjalanan pulang ini, kami putuskan untuk langsung menuju Jakarta tanpa tektok seperti yang kami lakukan ketika berangkat.

Pukul 7:10 kami diantar menggunakan sepeda motor menuju terminal Wangon. Suasana dingin dan tenang perkampungan membuat kami sebenarnya ingin berlama-lama disini, mungkin lain kali saja jika banyak waktu.

Sesampainya di terminal Wangon, tampak hanya ada bus Sinar Jaya yang parkir mendominasi. Urusan tiket ternyata sudah dipesankan oleh teman kami. Dengan mahar sebesar Rp 95.000, kami dapat selembar tiket Sinar Jaya dengan kelas Eksekutif tujuan Wangon – Kalideres. Dan armadanya adalah 1 DX, Jetbus HD rombakan.

Pukul 7:35, bus kami diberangkatkan dari terminal Wangon. Dengan okupansi penumpang rata bangku. Bus ini ternyata beejalan ke utara melewati Bumiayu, Brebes sebelum nanti masuk tol Cipali. Selama perjalanan  menuju Jakarta ini, ternyata hanya ada satu driver saja yang bertugas, tidak ada kondektur/kru yang menemani. Hal yang baru pertama kulihat, berbeda dengan kebanyakan perusahaan otobus lain. Karena baru pertama kali juga aku naik Sinar Jaya ini. Padahal lumayan jauh juga perjalanan Wangon – Jakarta ini, belum jika nanti macet atau trouble. Tentu driver akan berjuang sendiri.


Pemandangan jalur Bumiayu – Purwokerto

Pukul 9:50, bus berhenti di RM. Panorama Prupuk yang berlokasi di Tegal. Disini merupakan tempat service makan resmi dari PO Sinar Jaya. Banyak bus Sinar baik dari arah Purwokerto, Kebumen yang berhenti disini. Disini juga terdapat agen/loket, jadi masih bisa jika mau naik dari sini.


Bersanding dengan Laksana SR2

Setelah 40 menit istirahat, bus kembali diberangkatkan. Lalu lintas terlihat sangat lancar sampai masuk Brebes. Begitu masuk tol Palimanan, barulah lalu lintas mulai ramai, kemacetan terjadi hanya di beberapa titik. Pembawaan driver yang kuamati sangat imut sekali. Kebijakan jatah solar menjadi salah satu penyebabnya, jarang sekali gass full, belum setengah sudah dilepas lagi. Pemandangan di blong oleh rival bahkan teman sendiri jadi hal yang biasa.

Pukul 14:40 bus diarahkan keluar pintu tol Kertajati, lalu menuju sebuah SPBU yang tak terlalu jauh dari pintu tol, ternyata isi solar disini. Kami dan beberapa penumpang lain memanfaatkan waktu ini untuk ke toilet, untuk berjaga-jaga takutnya hasrat buang air timbul di tengah perjalanan. Maklum kan tidak ada toilet di bus.

Bus dijalankan kembali setelah cukup isi solar. Kembali memutar lewat pintu tol Kertajati lagi. Kami pesimis akan masuk Jakarta sebelum maghrib, sementara di Maps perjalanan masih 3 jam lebih lagi, apalagi ini hari terakhir libur panjang.

Untungnya, tidak ada hal yang kami takutkan selama dijalan. Dan tepat pukul 16:15, sampailah kami di terminal Kalideres. Kami semua turun disini, lalu berpisah dengan teman-teman yang sudah 3 hari ini melakukan perjalanan bersama. Aku pun langsung menuju halte Transjakarta Kalideres sebelum nantinya turun di Grogol dan naik APTB menuju Citeureup. Ah, aku rindu sekali kasur.

====================================

Wangon – Purwokerto

  • PO Sinar Jaya
  • 1 DX
  • Executive Class
  • Start : 7:35 (Term. Wangon)
  • Break : 9:50 (RM. Panorama Tegal)
  • Break : 14:40 (SPBU Kalipetuh)
  • Finish : 16:15 (Term. Kalideres)
  • Hino RG
  • JetbusHD2 Karoseri Adiputro

Bertandang ke ujung selatan kota Satria (2/3)

[Bus Trip] Kudus – Semarang – Purwokerto – Wangon

Minggu, 24 Desember 2017

Setelah sarapan, kami memutuskan untuk langsung menuju Wangon menggunakan patas Nusantara dengan transit di Purwokerto terlebih dahulu. Menurut info yang kami dapat, bus Nusantara berikutnya tidak berangkat dari terminal Kudus ini, melainkan dari Semarang. Dengan menaiki patas Nusantara Semarang – Lasem kami pun menuju terminal Terboyo.

Hanya 60menit perjalanan Kudus – Semarang ini. Sesampainya di terminal Terboyo, kami mencoba menelpon agen untuk meminta kepastian armada. Dan keputusannya, kami diminta untuk naik dari agen Sukun saja. Baiklah, kamipun naik patas Raya Solo – Semarang yang kebetulan sudah berada dijalur untuk menuju kesana.

Patas Raya Semarang – Solo

Sesampainya di agen Sukun, kami langsung pesan tiket untuk 3 orang. Beruntung masih dapat seat walaupun agak dibelakang. Karena jam keberangkatan masih lama, kami memilih untuk ngopi-ngopi dan makan siang dulu di depan agen.

Pukul 13:10, bus kami akhirnya datang, sang agen pun menyuruh penumpangnya untuk segera naik kedalam bus. Tampak bus dengan livery Manhattan akhirnya berjodoh dengan kami. Berbekal mesin Scania K124 dan body setra lawas nampak masih gurih saat kami naiki. Sebenarnya sih berharap dapat si hijau kotak sabun, namun belum jodoh rupanya.

Bus diberangkatkan tepat waktu pukul 13:20. Raungan mesin Sweedish ini masih nyaring dengan suaranya yang khas, yaa mirip-mirip cooler 1521 lah. Yang sama-sama masih pakai air brake.

Bus diarahkan melalui jalan Sukun lalu ke jalan Durian sebelum nantinya masuk pintul tol Banyumanik. Lalu lintas sepanjang tol relatif lancar, membuat kami cepat sampai keluar pintu tol Bawen. Memasuki terminal Bawen, beberapa penumpang turun, termasuk penumpang disebelahku.

10 menit berhenti, bus kemudian dijalankan kembali, kali ini melalui jalur lingkar Ambarawa. Jalur yang dibilang eksotis karena menampilkan pemandangan indah gunung Merbabu dan Sindoro di kanan dan kirinya. Juga melewati jalur Parakan, Temanggung yang tak kalah eksotis dengan view puncak Merbabu dari dekat.

Pemandangan di jalur Ambarawa

Pemandangan puncak Merbabu

Pukul 16:10, bus diarahkan ke sebuah rumah makan. Memberi kesempatan kepada para penumpang untuk beristirahat. Sekitar 40 menit berhenti disini. Kamipun memanfaatkan waktu tersebut untuk menyantap semangkuk bakso dengan toping mendoan. 

Nusantara Scania K124

Pukul 16:44, bus kembali diberangkatkan. Melewati Wonosobo lalu ke Banjarnegara. Kami banyak ngobrol sepanjang perjalanan, bercerita apa saja yang kami lihat dijalan. Sampai hari berganti malam. Kami akhirnya sampai di terminal Bulupitu Purwokerto pukul 19:55. Tak ingin berlama-lama, kami langsung ke jalur pemberangkatan bus yang menuju Wangon.

Tampak bus ekonomi Harum Prima rute Purwokerto – Bandung sudah siap menunggu. Karena hanya ini bus satu-satunya yang melewati Wangon malam itu, kami pun terpaksa naik. Sesak penuh penumpang sudah memadati setiap sisi koridor bus, sampai kami pun harus berdiri dekat pintu belakang, ah biarlah, toh di Jakarta pun sering mengalami kondisi seperti ini. Bus akhirnya dijalankan, dengan kondisi melebihi kapasitas bangku.

Selama perjalanan bus masih saja menaikkan penumpang. Beberapa dari kami pun protes, tapi tetap saja kru keukeuh memaksakan penumpang untuk diangkut.

Setelah sekitar 1 jam perjalanan, kami akhirnya turun di perempatan Kelapagading. Dengan menggunakan ojek, kami akhirnya sampai di lokasi undangan. Syukur belum terlalu malam, walau acara resepsi telah selesai. Masih beruntung bisa menikmati hiburan dangdut, hehe.

====================================

Kudus – Semarang

  • PO Nusantara
  • Patas AC (2-2)
  • Tarif : Rp 10.000
  • Start : 8:05 (Term. Kudus)
  • Finish : 9:00 (Term. Terboyo)

Semarang (Terboyo) – Semarang (Sukun)

  • PO Raya
  • Patas AC (2-2)
  • Tarif : Rp 5.000
  • Start : 9:40 (Term. Terboyo)
  • Finish : 10:20 (Sukun)

Semarang – Purwokerto

  • PO Nusantara
  • Patas AC (2-2)
  • Tarif : Rp 75.000
  • Start : 13:20 (Agen Sukun)
  • Break : 16:00 (RM. Gayatri)
  • Finish : 19:50 (Term. Purwokerto)

Purwokerto – Wangon

  • PO Harum Sari
  • Ekonomi (2-2)
  • Tarif : Rp 10.000
  • Start : 20:10 (Term. Purwokerto)
  • Finish : 21:20 (Prapatan Wangon)

Bertandang ke ujung selatan kota Satria (1/3)

[Bus Trip] Jakarta – Kudus

Pagi itu, sebuah surat undangan tergeletak di meja kerja tertuju padaku. Rupanya satu lagi kawanku melepas masa lajangnya. Berlokasi di Wangon Jawa tengah, tidak terlalu jauh dari kampung halamanku. Aku memang sudah berjanji akan datang sejak mendengar kabar penikahannya. Dan sebuah pesan linimasa whatsapp menggodaku melakukan ritual touring sebelum kelokasi acara, hmm kenapa tidak?

Kami berniat menjajal HR023 dari Pulogebang pada tanggal 23. Nyatanya semua tiket muriaan dari Pulogebang ditanggal itu habis. Beruntung temanku mendapat kontak agen Bejeu Mangga Besar, dan kami masih dapat tiket untuk 3 orang. Armada Bejeu dari Pulogebang dengan Mangga Besar memang memiliki kode sama yaitu BE08 dengan jatah tetap Scania B57/B58. Dan menurut info, kami mendapat armada B57 pada tanggal tersebut.

Sabtu, 23 November 2017

Sore itu, dihari keberangkatan. Setelah dari kantor, kutitip kendaraanku pada tempat penitipan di dekat pintu tol Citeureup. Dari sana, kunaik bus Kosub menuju terminal Kp. Rambutan, lalu kupesan mobil online menuju terminal Pulogebang. Belum banyaknya akses menuju terminal Pulogebang dari daerah memang sedikit merepotkan, hanya ada busway saja angkutan menuju ke sana. Pikirku daripada telat seperti pengalamanku yang sudah-sudah, kuputuskan menggunakan jasa mobil online.

Naik Kosub menuju Kp. Rambutan

Setibanya di terminal Pulogebang, kukabari temanku. Baru memberi kabar, Bejeu B57 sudah bergerak dari parkiran, ternyata kru menyuruhku naik sekalian sampai jalur pemberangkatan, okelah.

Suasana ramai para penglaju selalu terlihat pada musim libur panjang, pun pada hari ini. Kami memutuskan untuk makan dulu di kantin, berhubung jam keberangkatan masih agak lama. Memang, urusan makan ini menjadi hal yang “fardu” buatku, terutama jika sedang bepergian.

Bejeu B57

Kami segera kembali ke bus ketika mendekati jam keberangkatan. Pukul 18:30 tepat, bus diberangkatkan dari terminal Pulogebang. Kali ini mas Anas yang bertindak sebagai driver pinggir.

Snack bus Bejeu

Aksi seset kiri lumayan sering terjadi. Beberapa kali pula mampu meng-overtake macam Sinar Jaya, Laju Prima, Harapan Jaya bahkan teman sendiri tak luput menjadi korban. Namun aksi itu harus berakhir di RM. Taman Lestari untuk service makan.

Menu service makan di RM Taman Lestari

Selesai makan, pukul 20:40 waktu itu. Bus kembali dijalankan dengan driver yang berbeda, pak Giono namanya. Ini sih, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Skill pak Giono ini dibilang mirip-mirip dengan pka Anas tadi, menurutku. Mobat-mabit seset kanan-kiri tak pandang kawan maupun lawan. Naasnya, aku tidak bisa menikmati terlalu lama ayunan pak Giono ini, empuknya Rimba Kencana ditambah sayur bihun yang kumakan tadi nyatanya membuaiku untuk menggapai mimpi.

Tidur-tidur ayam, kulihat sekejap sedang terjebak macet, ah abai saja, kulanjut tidur lagi.

Terbangun langsung ku cek handpone. Lho, jam 4 ?masih dimana ini ?. Cek google maps ternyata masih arah Kendal. Seharusnya jam segini, sudah bisa leha-leha di terminal Kudus. Baru sadar, kemacetan di Brebes-Pekalongan tadi sepertinya yang membuat perjalanan menjadi terlambat.

Aku masih bisa bersikap tenang, toh tujuanku juga hanya naik bus saja. Selama masih sempat untuk hadir undangan di Wangon kenapa harus panik.

Pukul 5:05 bus diarahkan ke pinggir, memberi kesempatan pada penumpangnya untuk menunaikan kewajiban. Terlihat didepannya, Bejeu B35 juga berhenti. Di pelataran masjid berwarna hijau itu, kulihat banyak juga armada dari barat yang berseliweran, bernasib sama denganku yang sepertinya harus mengucapkan selamat siang di timur.

Saat Subuhan di Kendal

Pukul 5:20 bus diberangkatkan kembali. Kemudi masih dipegang oleh pak Giono. Aku memutuskan tidak tidur, memilih mengamati keadaan pagi yang kelihatannya lebih asik.

Satu persatu para penumpang mulai turun. Menyisakan bangku kosong yang tampak berantakan. Kami pun turun, ketika bus kami sampai di terminal Kudus, pukul 7:00 waktu itu.

Finish di terminal Kudus

Dan resikonya, kami tertinggal bus patas menuju Wangon yang berangkat pukul 5. Baiklah, kami harus menunggu 6 jam kemudian untuk mendapat bus berikutnya. Kami putuskan untuk sarapan dulu di terminal Kudus ini. Sekaligus bernostalgia dengan soto Kudus yang menjadi panganan wajib setiap bertandang ke sini.

====================================

Jakarta – Kudus

  • Bejeu
  • B57 (Thegoodfather2)
  • Executive Class
  • Jakarta – Kudus – Jepara PP
  • 30 Seats (2–2)
  • Toilet + Front Smooking area
  • Free Wifi + Cofee marker
  • Tarif : Rp 210.000 (Normal)
  • Start : 18:30 (Term. Pulogebang)
  • Service : 20:20 (RM. Taman Lestari)
  • Break : 5:10 (Masjid Kendal)
  • Finish : 7:01 (Term. Kudus)
  • Scania K360iB
  • JetbusSHD Karoseri Adiputro