Semut Banter yang mencuri hati

[Bus Trip] Kudus – Jakarta

Sabtu, 2 September 2017

Akhirnya, kami meminta beberapa nomor agen terminal Kudus kepada teman kami yang lain, berharap masih mendapat bus untuk pulang ke Jakarta. Dan, Alhamdulillah sepasang hotseat dari armada berkelir merah masih bisa kami dapatkan dalam kondisi go show seperti ini. Ya, AgraMas, rezeki memang.

Apalagi, PO ini merupakan pemain baru yang mencoba peruntungannya di kancah Muriaan dengan rute jabodetabek menuju Bojonegoro. Tapi kendati begitu, PO ini seperti memberi magnet tersendiri bagi siapapun yang penasaran karenanya. Seperti filosofi semut “ngga dimana-mana rame”, itulah mengapa kebanyakan orang menjuluki PO ini semut merah.

Setelah mendapatkan tiket, kami sempatkan membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga dan teman. Setelah itu kami kembali ke terminal untuk istirahat sebentar, karena bus baru akan berangkat setelah maghrib.

Semakin sore, kondisi terminal semakin ramai. Kondisi seperti ini memang sudah biasa terjadi, karena bus-bus dari arah Kudus, Bojonegoro, Pati ataupun Rembang baru akan berangkat menuju Jakarta di sore sampai malam hari. Itulah mengapa banyak mania/penggemar bus yang datang kesini saat sore hari untuk hunting atau sekedar main.

Masih kinyis-kinyis

Pukul 17:40, bus yang akan kami naiki akhirnya datang. Berchassis Mercedes-Benz OH 1626 NG dengan body terbaru JetbusHDD rakitan kuda jingkrak Malang dengan nomor lambung BM91. Tampak masih gress begitu kami pandangi. Menurut orang agen, bus ini belum lama datang dari Karoseri.

Bentuk tiket yang simple

Bus yang kami naiki, memiliki rute Bojonegoro – Pulogebang – Kp. Rambutan – Cileungsi. Dengan tarif sebesar Rp 200.000 saja, sudah termasuk snack dan prasmanan 1x. Jika dari arah timur, bus akan berhenti service makan di RM. Kendil Mas Gringsing, sedangkan jika dari arah barat, bus akan berhenti service makan di RM. Taman Sari Cipali.

Armada pelari Bojonegoro sore itu

Pukul 18:30 bus diberangkatkan dari terminal Kudus. Naluri pelari sudah terasa begitu keluar terminal. Sayangnya, tidak menemukan lawan sepadan malam itu.

Menggunakan chassis OH 1626 NG

Service makan di RM Kendil Mas

Pukul 21:40, bus memasuki RM. Kendil Mas Gringsing untuk service makan. Kita tidak akan menemukan PO lain disini selain AgraMas.

Menu service makan

Menu service makan yang cukup enak, lokasinya pun sangat luas, apalagi kamar mandinya. Tapi saat kami berhenti disini terbilang sangat sebentar, membuat kami tidak bisa leluasa beristirahat.

Bed cover yang sangat tebal

Selepas rumah makan kami tertidur. Karena tidak menemukan hal menarik sepanjang perjalanan. Dan akhirnya aku berpisah dengan temanku, karena dia turun di terminal Pulogebang. Akupun turun juga, begitu sampai di depan terminal Kp. Rambutan.

====================================

Kudus – Jakarta

  • PO Agra
  • B 7325 VGA
  • BM 091
  • Executive Class
  • 36 Seat (2-2) + Toilet & Front Smooking area
  • Tarif : Rp 200.000
  • Start : 18:20 (Terminal Kudus)
  • Service : 21:40 (RM Kendil Mas)
  • Finish : 2:04 (Terminal Kp Rambutan)
  • JetbusHDD Karoseri Adiputro
  • Mercedes-Benz OH 1626 Air Suspension

Etape 3 Kota Selatan – Utara (3/3)

[Bus Trip] Yogya – Kudus

Sabtu, 2 September 2017

Gema adzan subuh membangunkan kami dan para penglaju lainnya. Kami pun bergegas segera melaksanakan shalat subuh.

Selesai sholat, kami memutuskan untuk sarapan di kantin terminal. Sepiring nasi rames lengkap dengan sayur krecek mejadi menu pembuka kami hari itu. Sayangnya hanya itu yang bisa kami lahap, mengingat tak banyak waktu untuk sekedar menjelajah kuliner, karena memang bukan hal itu tujuan kami.

Setelah sarapan, kami menuju jalur pemberangkatan bus-bus tujuan Solo dan Semarang. Karena menurut info yang kami dapat, untuk dapat naik bus Patas Hariyanto dari jalur ini. Tiba-tiba seorang pemuda dengan kemeja salah satu PO datang menghampiri kami.

“Mau naik Hariyanto mas ?”

Rupa-rupanya pemuda ini tau benar maksud kami.

“Owh iya mas, jalan jam berapa ya mas ?”

“Nanti setengah 7, ditunggu saja disini jangan kemana”

Sebuah tiket sampul dengan mahar Rp 70.000 pun akhirnya mengakhiri transaksi kami.

Patas 05 yang siap berangkat pagi itu

Sambil menunggu, kami sempatkan membersihkan badan dahulu di toilet agen Efisiensi. Kami juga sempat sesekali berfoto mengabadikan terminal Giwangan yang mulai ramai dengan hiruk-pikuk kendaraan dan manusia.
Ketika bus mulai masuk jalur, kami bergegas menuju bus. Ternyata saat itu bus yang kami naiki merupakan pemberangkatan pertama menuju Kudus dan Pati. Dengan jumlah penumpang yang hampir rata kanan, kamipun mulai berangkat.

Interior Patas Hariyanto 05

Bus ini memiliki total 50 seats dengan konfigurasi 2-2. Seperti kebanyakan Patas pada umumnya, bus ini tidak memiliki sandaran kaki ataupun toilet, tapi keunggulannya bus ini menyediakan wifi gratis.

Menggunakan chassis OH 1626 membuat perjalanan semakin nyaman

Menggunakan chassis Mercedes-Benz OH 1626 menjadikan perjalanan sangat nyaman. Apalagi ditambah dengan driver yang suoos tenan, yang mana merupakan mantan driver HR malam. Baru keluar Giwangan saja sudah berani ngajak lari.

Bertemu Om Khalik, siapa yang tak kenal beliau hehe

Di terminal Tidar Magelang, ternyata kami bertemu dengan salah satu driver PO Hariyanto yang cukup banyak dikenal mania. Yaitu om Galih, driver New Tatto 505. Rupanya beliau baru pulang ke rumahnya dan akan kembali bertugas malam itu.

Melintas Demak

Selepas terminal Tidar kami tertidur. Dan bangun-bangun hampir melintas Demak. Sebenarnya kami sudah booking tiket untuk perjalanan pulang ke Jakarta menggunakan armada PO Hariyanto juga dengan kelas SE (Super Executive), tapi karena kelalaian agen terminal Kudus yang tidak mencatat nama kami, akhirnya kesempatan untuk menjajal kasta tertinggi dari PO ini pun pupus.

====================================

Yogya – Kudus

  • PO Hariyanto
  • K 1423 CB
  • Patas 05
  • 50 Seats (2-2)
  • Start : 6:40 (Terminal Giwangan)
  • Finish : 13:00 (Terminal Kudus)
  • Tarif : Rp 60.000
  • Adiputro Karoseri JetbusHD
  • Mercedes-Benz OH 1626 Air Suspension

    Etape 3 Kota Selatan – Utara (2/3)

    [Bus Trip] Tasik – Yogya

    Jum’at, 1 September 2017

    Sempat was-was selama perjalanan, tapi akhirnya perasaan itu hilang setelah sang agen (Pak Soleh) mau menunggu kami. 30 menit telat dari jadwal seharusnya bisa menjadi masalah cukup serius, mengingat armada ini harus sampai ditujuan selanjutnya dengan tepat waktu juga. Beruntung pak Soleh memaklumi keadaan kami.

    Diberikannya kami 2 carik kertas sebagai tanda transaksi dengan mahar sebesar Rp 100.000 untuk perjalanan Tasik – Yogya. Belum terlalu banyak penumpang ketika kami naik ke dalam. Hanya 5/6 penumpang kalau tidak salah ingat. Kami berdua memilih bangku deret kiri paling belakang. Alasannya supaya bisa rebahan full tanpa mengganggu penumpang belakangnya.

    Bus kemudian dijalankan, tidak lama setelah kami duduk manis. Pertanda bahwa bus ini berhenti memang hanya untuk menunggu kami berdua.

    17:10 Terminal Banjar

    Pembawaan yang mosak-masik cukup membuat kami sumringah, sebelumnya kami mengira driver Jawa Timuran belum terbiasa di trek selatan seperti ini. Tapi ternyata, sang driver masih orang Jawa Baratan yang pernah menahkodai salah satu PO abu-abu asli priangan timur. Itupun kutahu setelah berbincang sedikit dengannya kala berhenti di terminal Banjar. Beliau bertugas membawa bus ini ketika awal perjalanan dari Tasikmalaya sampai Yogya, begitu Yogya sampai perhentian terakhir Surabaya akan berganti dengan driver lain. Ditambah satu lagi kru yang bertugas memintakan karcis.

    Bentuk tiketnya

    Ketika di agen, kita hanya diberikan secarik karcis sebagai tanda transaksi. Begitu diatas bus karcis dari agen baru akan ditukar dengan tiker sungguhan. Lengkap dengan rute tujuan kita dan service makan.

    Istirahat RM Lestari Kebumen

    Selama perjalanan Bandung–Surabaya maupun sebaliknya bus akan berhenti 2x, dengan masing-masing perhentian hanya untuk istirahat dan service makan. Seperti saat kunaiki dari barat, bus akann berhenti di RM. Lestari Kebumen hanya untuk istirahat, perhentian kedua selanjutnya di RM. Duta Ngawi barulah tersedia service makan.

    Dasboard depan, menggunakan chassis Hino RK

    Walaupun masih berchassis RK Leaft Spring (per daun) tapi menurutku masih cukup nyaman selama perjalanan Tasik-Yogya. Tidak ada bunyi kreket khas RK yang timbul. Hanya memang gemblodak masih terasa ketika melewati jalan kurang rata. Tapi kukira untuk ukuran kelas Patas, SR ini sudah cukup nyaman, belum lagi fasilitas yang disediakan seperti air mineral, selimut dan service makan. Menambah opsi baru bagi yang ingin bepergian dari Bandung menu Surabaya maupun sebaliknya.

    Interior Sugeng Rahayu

    Memiliki jumlah kursi sebanyak 42 buah, dibalut dengan selimut hangat membuat perjalanan menjadi nyaman. Walaupun hanya sekelas Patas, tapi pelayanan yang diberikan setara kelas Eksekutif.

    Finish Terminal Giwangan pukul 1:40

    Sesampainya kami di terminal Giwangan, pukul 1:40 waktu itu, kami duduk sebentar di pelataran koridor tempat penurunan penumpang, sambil kami amati bus-bus yang baru tiba, sedangkan bus SR yang telah kami naiki itu melanjutkan perjalanannya. Hari masih sangat pagi buta untuk melanjutkan perjalanan, kami putuskan istirahat sebentar di masjid dekat pintu masuk, sembari menunggu adzan subuh tiba.

    ====================================

    Tasik – Yogya

    • PO Sugeng Rahayu
    • W 1759 UZ “Mojang Priangan”
    • Bandung – Yogya – Surabaya
    • Patas Executive
    • 42 Seat (2-2) + Toilet
    • Start : 16:35 (Rancabango)
    • Break : 22:10 (RM Lestari)
    • Finish : 1:40 (Terminal Giwangan)
    • Tarif : Rp 100.000
    • Lakasana Karoseri Legacy SR2 SHD
    • Hino RK8 R260