Tektok Bandara

[Bus Trip] Gambir – Soetta – Depok

Jum’at, 27 Januari 2017

Libur loong weekend menjadi sesuatu yang dinanti banyak orang. Selain bisa berkumpul dengan keluarga, sebagian orang memanfaatkan waktu tersebut untuk pergi keluar kota. Tapi bagaimana jadinya jika liburan tersebut harus bentrok dengan kegiatan lain ?. Itulah yang terjadi padaku. Niat untuk pergi touring keluar kota menjajal bus-bus yang belum pernah kunaiki, terpaksa harus kutunda. Keinginan dalam hati sudah menggebu-gebu sebenarnya. Tapi yasudah lah, memang belum waktunya mungkin.

Demi menghibur diriku yang galau ini. Ku buat ide untuk touring tipis-tipis saja. Touring jarak dekat sebelum aku pulang ke rumahku di daerah Cimanggis, Depok. Sempat aku berpikir armada apa yang kunaiki menuju ke sana. Apalagi hari sudah malam begini, pasti pilihannya tidak sebanyak di siang hari. Sempat terpikir sebuah ide untuk mencoba bus bandara. Menurut ku menarik sepertinya. Apalagi sekarang pilihannya makin beragam.

Mungkin terdengar konyol bagi sebagian orang. Jauh-jauh pergi ke bandara lalu balik lagi hanya mau mencoba busnya. Tapi inilah hobi, bagiku tidak ada yang sia-sia selama itu masih positif. Bukan tentang uang, tapi pengalaman yang akan kita dapatkan mungkin akan lebih berharga daripada uang.

Pukul 19:00 waktu itu. Saat kubawa diri ini pergi melangkah meninggalkan kosan di daerah Grogol, Jakarta Barat. Sambil diiringi rintik hujan, langkahku terhenti disebuah gerobak soto tepat dipinggir halte RS. Sumber Waras untuk menunaikan makan malam. Rp 15.000 saja kutukar uang dengan semangkuk soto dan sepiring nasi.

Setelah urusan makan malam selesai. Aku langsung menuju halte busway Sumber Waras sebelum nantinya transit di halte Harmoni dan mengakhiri perjalanan di halte Gambir dengan menaiki busway jurusan Pulogadung.

Hiruk pikuk keramaian para penglaju kereta api menyambut kedatanganku ketika sampai di stasiun Gambir. Ah, rasanya ingin sekali menjadi bagian dari mereka.

Ku teruskan langkahku menuju parkiran bus Damri tepat di sisi barat stasiun. Sebelumnya karena pertama kali, sempat dibingungkan dengan sistem pembayarannya. Tapi setelah bertanya pada salah satu kru ternyata pembayarannya semua dilakukan “on the bus”, kecuali untuk Damri AKAP tujuan Lampung yang memang harus pesan tiket dulu di loket.

Pukul 20:30 bus dijalankan. Hanya berisi sekitar 7 orang penumpang termasuk aku. Duduk di baris ke 5 kursi berkonfigurasi 2-2 itu ku sandarkan tubuh ini.

“Pesawatnya apa mas ?” Ujar si kondektur sembari memberi tiket.

“Terminal 3 mas”

“Owh pesawat Garuda ya ?”

“Iya”

Sebenarnya aku menjawab begitu hanya gimmick saja biar diturunkan di terminal tujuanku. Aku juga tidak tau ada pesawat Garuda Indonesia di terminal 3. Padahal mah jangankan ke bandara, naik pesawat saja belum pernah.

Pembawaan sang driver yang mosak-masik. Membuat perjalanan terasa cepat. Tak terasa pukul 21:16 sudah sampai di terminal 3 bandara Soekarno-Hatta. Terminal bandara yang baru saja direnovasi, dan digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asean.

Aku tidak ingin berlama-lama disini. Takut kemalaman sampai rumah. Akupun mencari halte bus bandara untuk perjalanan pulang. Ternyata letaknya persis ada di lantai bawah dari tempat turun tadi. Harus menggunakan lift untuk sampai ke sana.

Kulihat sudah banyak orang berkumpul dibawah. Tujuan mereka semua sama. Yaitu pulang. Aku membaur bersama mereka. Menunggu bus menuju Depok itu disana. Bus bandara dari sini masih akan terus ada sampai pukul 00:00 dinihari. Dengan tujuan beragam ke berbagai tempat di Jabodetabek & Serang.

Tampak Damri Ultiman

Setelah 15 menit menunggu. Yang dinanti pun datang. Bus berbody SHD (Super High Deck) berinisial Hiba Utama itu datang dengan muatan yang tampaknya penuh. Tapi kucoba naik sambil berharap dapat tempat duduk. Syukur masih dapat. Dan letaknya tidak terlalu tengah. 2C nomor bangku itu. Bangku bermerek Aldilla yang empuk untuk diduduki.

Hiba Utama APM bandara

Ternyata perjalanan pulang tak sesuai ekspetasi seperti perjalanan berangkat tadi. Kami harus berkutat dengan kemacetan yang menghadang semenjak memasuki gerbang tol Kapuk. Keadaan libur panjang seperti ini membuat para pengguna jalan harus bersabar sedikit. Untungnya kenyaman di dalam kabin bus ini membuat kami bisa menikmati perjalanan.

Alhasil, pukul 23:55 sampailah aku di exit tol Cijago. Tujuan terakhirku. Aku turun dari sini bersama beberapa penumpang lain.

Saksi bisu perjalanan

==================================

Gambir – Soetta

  • Damri Bandara
  • Executive (2-2) Toilet
  • 42 Seat + Smooking Room
  • Tarif : Rp 40.000
  • Start : 20:30
  • Finish : 21:16
  • GT Karoseri Morodadi Prima
  • Mercedes-Benz OH 1526 / OM

Soetta – Depok

  • Hiba Utama APM
  • Executive Class (2-2) Toilet
  • Tarif : Rp 60.000
  • Start : 22:10
  • Finish : 23:55 (Gasalam)
  • New Setra Jetbus SHD Karoseri Adiputro
  • Hino RK R260