Budiman Best In Class, armada premium termurah di kelasnya.

[Bus Trip] Tasikmalaya – Jakarta

Budiman BT02 (Best In Class)

Minggu, 9 Oktober 2016

Pagi itu, setelah dari Banjar (sebelumnya kami melakukan perjalanan dari Jakarta ke Banjar menggunakan bus Budiman) kami langsung menuju Pool PO. Budiman yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Karena pada pagi itu juga, kami akan kembali ke Jakarta dengan PO yang sama. Tapi ada yang berbeda, karena kami memesan kelas tertinggi yang dimiliki PO Budiman yaitu Best In Class.

Beberapa bis terutama BCB terlihat memasuki area terminal seperti jurusan Sukabumi, Depok, Bandung, dan Jakarta.

Kami awalnya berniat melakukan perjalanan ke pool Tasikmalaya dengan salah satu bus tersebut namun mengingat kalau harus bayar full agak sayang, padahal saya sangat tergoda dengan kuler dan stir tampah khas dari BCB jurusan Sukabumi. Namun apadaya, kami beralih ke bus 3/4 jurusan Tasikmalaya.

Pukul 6:40. Bus 3/4—yang saya lupa namanya—berangkat dengan jumlah penumpang sekitar 15 orang. Ini pertama kalinya saya naik bus ukuran 3/4 melewati jalur Banjar – Ciamis – Tasikmalaya karena sebelumnya selalu dengan Big Bus. Indahnya pemandangan sekitar digabungkan dengan laju bus yang banter, cepat nan mosak-masik membuat perjalalanan ini menghibur.

Memasuki daerah Ciamis, BCB kuler yang sebelumnya ingin kami naiki melaju dengan gagahnya lalu meninggalkan bus kami (agak sedih sebenernya). Sekitar 1 jam 35 menit perjalanan, akhirnya kami tiba di Pool Tasikmalaya.

Saat tiba di Pool, kami bergegas bersih-bersih dan sarapan di depan Pool. Cukup bervariasi menu dagangan yang dijual disana. Harganya pun terjangkau untuk ukuran kantong penumpang seperti kami.

Selesai sarapan, kami mencoba mengelilingi sebagian sisi pool untuk mendokumentasikan beberapa armada yang sedang bersiap-siap untuk berangkat maupun perpal. Tapi kami tidak berhasil memasuki area dalam pool karena dikhawatirkan menggangu kru dan karyawan PT. HS Budiman. Walau tidak berhasil mendokumentasikan bagian dalam pool seperti tempat cuci bus dsb, karena tujuan utama kami adalah onboard Budiman ‘Best in Class’ jadi tidak terlalu kami prioritaskan.

Setelah puas berfoto ria, kami pun mendatangi loket pembayaran yang terdapat di lantai 2 menyatu dengan kedai yang belum lama ini selesai di bangun. Kami membayar sejumlah Rp. 440.000,- untuk 4 orang. Sambil menunggu kedatangan bus, kami istirahat sambil NG4 (Ngemil, Ngopi, Ngobrol, Ngecharge) hahay.

Walau harga menu yang di tawarkan di kedai ini bisa di bilang cukup mahal, tapi kedai ini menawarkan beberapa menu yang biasa di sajikan salah satu Branded Coffee Spot asal US yaitu White Coffee Flat, kopi yang white cream dan bagian kopi nya terpisah di dalam 1 wadah namun sensasi kopinya benar” terasa dan menyatu dengan white creamnya. Dengan harga Rp. 15.000,- anda sudah bisa mencoba White Coffee Flat ini.

Selain menunya yang menarik. Hal yang menarik lain diatas kedai baru ini adalah kalian bisa melihat aktifitas bus Budiman yang bersiap di jalur pemberangkatan, ditambah pemandangan indah gunung Galunggung yang terlihat jelas dari atas. Cocok deh, sambil menikmati White Coffee Flat sekaligus dapat pemandangan bagus.

Sekitar pukul 9:30, terlihat BT02 mulai memasuki area keberangkatan dan di sambut oleh beberapa klakson telolet dari armada BCB di sebelahnya.

Kami pun bersiap-siap dan mengecek perlengkapan kami seperti HP, dompet, tas sebelum turun ke ruang tunggu dan masuk ke dalam bus.

Bersama armada BT02

Kali ini seperti biasa, Kang Dalung akan menjadi orang di balik kemudi BT02. Untungnya kami semua dapat duduk di seat bagian depan, karena sebelumnya kami sudah memesan jauh-jauh hari via telepon.

Tampak Interior BT02

Kondektur pun mengecek jumlah penumpang beserta tiket. 19 kursi yang ada alhamdulillah terisi. Diawali dengan Bismillah dan bunyi klakson BT02, armada pun di berangkatkan pukul 10.35.

Tampak view kedepan dari seat 2A

Seperti sudah menjadi ritual, yang aku perhatikan setiap armada bus Budiman yang keluar Pool pasti menyempatkan mengisi bahan bakarnya di sebuah SPBU yang letaknya tidak begitu jauh dari Pool, entah milik sendiri atau bukan, tapi cukup banyak juga armada bus Budiman yang terparkir disini.

Cukup lama mengisi solar karena bergantian. Setelah itu kami pun memasuki terminal Indihiang Tasikmalaya. Bus dibawa masuk mengitari terminal, kami pun memperhatikan bus-bus yang ada saat itu. Tampak bus 3/4, Doa Ibu ekonomi, M jurusan Purwokerto – Surabaya, dan Budiman jurusan Jakarta.

Indahnya pemandangan Tasikmalaya membuat perjalanan ini sangat menghibur, lintasan kereta api yang di kelilingi perkebunan dan sejuknya udara (ini kan bus AC ya sejuk lah 😂) ditambah suspensi 1836 yang sangat empuk plus bawaan Pak Dalung yang cepat namun tetap seesss. Beberapa puluh menit setelahnya, kami terjebak macet selama 20 menit dan tidak tahu penyebabnya.

Bus pun terlihat memasuki jalan yang agak sempit dan ternyata masuk ke Terminal Rajapolah. Disinilah driver BCB dan bus-bus diuji melewati jalan yang cukup sempit setelah Terminal Rajapolah. Bus kembali ke jalan raya besar dan Pak Dalung kembali menunjukan keahliannya membawa unit O500R ini melintasi kawasan perbukitan dan pasar tumpah di sekitaran jalan raya ini.

Pukul 13:06. Memasuki RM Pananjung, ishoma selama 30 menit. Sambil memandang beberapa armada BCB baik yang sudah ada maupun baru tiba disini.

BT02 pun melanjutkan perjalanan melintasi kawasan limbangan – nagrek. Di daerah nagrek pun kami disuguhkan kembali pemandangan indah nan asri khas priangan timur. Tiba di sekitaran rancaekek pun terlihat bus-bus asal bandung dan arah Jakarta dan ramainya warga Bandung baik yang sedang berlibur maupun bekerja.

Sekitar pukul 14:30. Bus baru memasuki kawasan tol Cileunyi. Kendaraan pun mulai terlihat padat setelah entrance Pasir Koja. Setelah itu, kondisi hujan lebat dan dinginnya berrrr. Saya pun memejamkan mata akibat terlalu nyamannya karena buaian seat elektronik Aldilla dan bawaan Pak Dalung yang nyaman, mosak-masik dan joss.

Terlihat salah satu armada BCB trouble di area tol Cipularang KM entah berapa saya lupa. Tapi sepertinya sudah dioper sebagian besar ke armada BCB lainya dan tersisa 7 penumpang dan 2 kru. Disinilah kekompakan kru BCB terlihat jelas, Kang Dalung memberhentikan bus selama 10 menit dan 5 orang penumpang yang tersisa ikut BT02 dan 2 lainnya tidak. Sayang seat yang tersisa hanya 2 kursi dan 3 penumpang lainnya terpaksa duduk di bagian ‘kandang macan’ dan di depan bus sebelah kru.

Setelah itu kami terlelap lagi sepanjang Cipularang. Memasuki kawasan tol Cikampek, kepadatan arus kendaraan ke arah Jakarta kembali terjadi hingga gerbang tol Cikarang Utama, setelah itu kendaraan baru kembali normal sampai gerbang Tol Cikunir. Sepanjang perjalanan kami saling ngobrol sambil memperhatikan beberapa armada yang menuju ke Timur seperti Muriaan dan Solo Raya di arus sebaliknya.

Pukul 17:55. Bus melewati tol Cikunir. Kendaraan melaju dengan joss dan mosak-masik handal tenan pokoknya di balut hujan deras, cocok dengan karakter O500R.

Setelah melewati lampu merah Taman Mini dan Fly Over Jagorawi. pukul 18.25 tibalah akhirnya kami di terminal Kampung Rambutan, Jakarta.

==================================
Banjar – Tasik (Pool Budiman)

  • Patas medium 3/4
  • Start : 6:50 (Banjar)
  • Finish : 8:00 (Tasik)
  • Tarif : Rp 10.000

Tasikmalaya – Jakarta

  • PO Budiman
  • Z 7989 HC
  • BT 02
  • Tasikmalaya – Jakarta
  • Best In Class (2-1)
  • 20 Seat + Toilet
  • Tarif : Rp 110.000 (free mineral wather)
  • Start : 9:30 (Pool Tasik)
  • Istirahat : 13:30 (RM Pananjung)
  • Finish : 18:15 (Kp. Rambutan)
  • New Royal Travego JetbusHD Karoseri Adiputro
  • Mercedes-Benz O500R 1836 BlueTech Air Suspension

Si hijau bertenaga besar

[Bus Trip] Jakarta – Surabaya

Gunung Harta (GH90)

Sabtu, 10 Desember 2016

Akhirnya, bisa merasakan juga si “tronton” OC500RF 2542 yang dimiliki oleh PO Gunung Harta dengan nomor lambung GH90.

Melayani rute Bogor – Malang, sempat menjadi primadona bagi para penggemar bus untuk merasakan kenyamanannya.

Dengan menebus tiket seharga Rp 300.000,- penumpang sudah mendapat fasilitas snack + makan 1x. Ditambah fasilitas dari bus itu sendiri yang sudah tersedia AVOD (Audio Video On Demand) pada setiap seat, artinya penumpang bebas memutar video dan mendengarkan musik.

Fasilitas entertainment menambah kenyamanan selama perjalanan

Berangkat sekitar pukul 14:30 dari pool Ps. Rebo langsung dihadang kemacetan di tol lingkar timur, dan kemacetan baru terurai saat akan memasuki GT Cikarang Utama.

Akibatnya, pukul 17:58 baru memasuki RM Taman Sari Cipali untuk service makan. Bisa lebih cepat sebenarnya andai perjalanan normal.

Menu service makan di RM Taman Sari

Selepas RM Taman Sari, power dari 2542 ini baru terasa. Bukan hal yang sulit menaikan akselerasinya. Terbukti dengan dicentangnya beberapa armada yang ditemui malam itu. Goyangan suspensinya pun bekerja baik, minim sekali goncangan. Suara mesinnya pun terdengar sangat halus.

Pukul 20:58 keluar GT Brebes Timur lalu memasuki Brebes untuk menaikan beberapa paket.

Pukul 00:05 masuk RM Sari Rasa Kendal untuk check.

Pukul 00:46 memasuki Semarang lalu Kudus, beberapa penumpang mulai turun disini.

Pukul 5:10 masuk Lamongan. Sampai akhirnya pukul 6:15 sampai juga di tujuan akhir yaitu terminal Purabaya Bungurasih Surabaya. Aku pun turun disini, sebelum nantinya bus melanjutkan perjalanan selanjutnya ke Malang.

==================================

PO Gunung Harta

  • N 7395 UA
  • GH-90
  • Bogor – Surabaya – Malang
  • Executive Class (2-2)
  • 38 Seat with AVOD
  • Toilet + Smooking room
  • Tarif : Rp 330.000 termasuk service makan + Snack
  • Start : 14:25 (Pool Ps. Rebo)
  • Service makan : 17:50 (RM Taman Sari Cipali)
  • Finish : 6:30 (Surabaya)
  • Jetbus SHD Karoseri Adiputro
  • Mercedes-Benz OC500RF 2542 / OM 457 LA Air Suspension


Naik bus tingkat antar kota pertama di Jawa.

[Bus Trip] Wonogiri – Jakarta

Putera Mulya DD02 (Double Decker)

Dengan tagline “1st intercity double decker bus in java”. Memberi rasa penasaran kami untuk mencoba bus ini. Yap, bus tingkat pertama di pulau Jawa yang digunakan untuk rute antar kota milik Po. Putera Mulya ini, sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Minggu, 1 Januari 2016

Pagi itu di terminal Tirtonadi. Aku dan teman-temanku bertemu (sebut saja Bayu dan Aji) tapi disini juga kami bertemu rekan-rekan yang tadi menaiki Putera Mulya dari Jakarta. Disebuah kios kami saling bertukar cerita tentang perjalanan tadi. Sambil ditemani secangkir kopi, mengingat masih banyak waktu sebelum nanti melanjutkan perjalanan. Bukan tanpa alasan kami memilih bertemu disini. Suasana terminal yang sangat nyaman membuat kami betah berlama-lama. Dengan segala fasilitas yang tersedia, digadang-gadang sebagai salah satu terminal terbaik di pulau Jawa.

Pukul 8:00 setelah mandi dan sarapan, kami memutuskan menuju Wonogiri. Karena dari sana lah nanti kami akan naik bus tingkat Putera Mulya.

Menggunakan bus bumel (ekonomi) Solo-Wonogiri dengan tarif Rp. 15.000/orang, kami diantar. Hanya 1,5 jam saja dari Solo.

PO. Timbul Jaya (Solo-Wonogiri-Praci)

Setelah sampai terminal Krisak. Kami langsung menuju agen bus yang ada di dalam. Hmm, sudah cukup ramai ternyata padahal masih pagi. Karena bingung mau ngapain, kami hanya ngobrol santai saja, sambil menunggu bus-bus yang akan menuju Jakarta. Biasanya masuk sini jam 11-12 siang.

Oh ya, sebenarnya kami naik dari agen Pak Sugeng terminal Sukoharjo, karena sebelumnya kami pesan tiketnya disana. Tapi supaya bisa hunting (karena spotnya enak), kami naik dari terminal Krisak ini.

Terminal GAP “Krisak” Wonogiri

Setelah puas hunting, pukul 14:00 bus kami pun datang dan langsung menyita perhatian banyak orang saat itu. Banyak yang berfoto dengan bus ini. Termasuk kami.

Bus yang akan membawa kami ini adalah bus yang sama saat dinaiki teman kami tadi dari Jakarta. Bernomor lambung P02 (Södertälje). Dengan masing-masing kru Pak Tri dan Pak Slamet sebagai pengemudi, dan mas Saipul sebagai kernet. Tentunya hal ini menjadi rekor tersendiri bagi kedua teman ini, touring dengan bus yang sama dalam sekali PP.

Setelah makan siang. Kami pun menuju bus untuk menaruh barang bawaan kami. Sempat berbincang sebentar dengan kru yang bertugas. Mereka cukup ramah, dan sangat terbuka apabila ada masukan dari para penumpangnya. Mengingat PO ini terbilang baru, saran positif akan diterima demi kemajuan PO ini.

Pukul 14:35 bus diberangkatkan dari terminal krisak. Karena kami bertiga duduk dibangku paling depan. Hanya beberapa saja yang naik dari sini, sehingga beberapa bangku masih kosong. Membuat kami lebih leluasa untuk mengexplore segala sisi bus ini. Mulai dari smooking area, toilet, dan termasuk seat SE (Super Eksekutif) di deck bawah.

Sangat nyaman kami rasa, dan tidak limbung seperti yang disangka beberapa orang. Beberapa fasilitas pun cukup bekerja baik meski ada beberapa yang belum sempurna memang.

Duduk di deck atas terutama seat depan akan sangat terasa sensasi bus tingkat ini. Apalagi view yang sangat luas membuat kita leluasa menikmati perjalanan. Melihat pun membuat kendaraan lain serasa kecil sekali dari atas. Oh ya, deck atas ini terdiri dari 36 tempat duduk yang masing-masing telah tersedia AVOD dan legrest. Ditengah, tepat disamping tangga terdapat dispenser yang boleh kita pakai gratis. Lalu, dibelakang terdapat kotak kaca tempat smooking room yang muat 2 orang. Cukup dengan Rp 235.000 kita bisa menebus satu seat untuk sekali jalan dengan kelas eksekutif di deck atas.

Di deck bawah, tersedia 6 buah kursi elektrik yang sangat cocok untuk anda penikmat kenyamanan. Dengan harga Rp 335.000 anda bisa merasakan kenyamanan disetiap kursi yang telah tersedia AVOD (Audio Video on Demand) dan USB Charger. Namun yang membedakan adalah bentuk kursi ini memiliki cangkang yang biasa ada di kursi pesawat. Terasa lebih personal. Sandaran kaki dan punggung juga bisa diatur secara elektronik hampir 45°. Saat aku coba duduk disini, memang terasa kenyamanannya. Walau pernah mencoba kursi yang mirip seperti ini pada bus lain. Tapi ketika mencoba di bus ini, bisa dibilang lebih mirip seperti naik Alphard. Karena memang posisinya yang setara dengan mobil biasa. Satu lagi enaknya di deck bawah yaitu akses yang dekat dengan toilet. Ya, di bus ini walaupun bentuknya tingkat toilet hanya ada satu di deck bawah. Bentuk toiletnya sama seperti kebanyakan produk Adiputro lain. Ini tak seperti ekpektasiku yang berpikir bahwa toilet di bus tingkat ini akan lebih lega. Di deck bawah pula, tepatnya disamping toilet ada meja mini yang menyediakan air panas bagi anda yang ingin membuat minuman panas. Menambah nilai plus tersendiri bagi bus ini.

Ketika saking asiknya di deck bawah. Tak terasa bus sudah mendekati terminal krisak. Dari sini bus menaikan penumpang lebih banyak. Kami yang sedari tadi bisa pindah-pindah tempat duduk kayanya harus ke tempat duduk masing-masing karena pemilik bangku sebenarnya sudah naik. Disini kami berhenti agak lama hampir 30 menitan. Daripada bosan menunggu diatas, kami iseng turun. Sekedar ingin menginjakan kaki di terminal ini dan beli minuman sebenarnya. Terlihat para warga dan penumpang lain tampak sangat antusias saat bus kami datang. Beberapa dari mereka sempat berfoto mengabadikan momen bertemu bus bongsor ini.

Pukul 15:40 bus kami berangkat. Berjalan pelan keluar terminal sambil diiringi pandangan oleh banyak orang. Keadaan seperti ini terus terjadi sepanjang perjalanan. Banyak warga yang antusias dan takjub dengan adanya bus tingkat ini. Mulai dari gerombolan anak-anak yang meneriaki “om telolet om” sambil mengejar-ngejar bus kami, bahkan ada yang dari dalam mobil pun sempat-sempatnya ambil foto haha. Sungguh, perjalanan yang sangat mengesankan.

Ketika sampai di semarang. Pukul 19:30 waktu itu. Bertepatan dengan jam keberangkatan bus dari pasukan Muria—wilayah Jepara, Kudus dan sekitarnya—. Kami sempat berpapasan dengan Haryanto HR114 (Hurricane) yang melaju cepat di depan kami. Kami masih berjalan santai saat itu. Hingga bus kami dipacu agak cepat, sampai akhirnya bisa mengejar HR114 ini. Disusul pula Rosalia Indah (armada Malang), Langsung Jaya, dan Jaya (ponorogo) saling susul-menyusul. Duel panas pun tak terelakan terjadi. Beberapa kali kami mencoba melewati HR114 ini namun seperti tak rela HR114 ini malah menghalangi. Begitu terus keadaannya sampai kami memasuki Kendal dan ternyata bus Jaya sudah menghilang jauh di depan. Sempat 1-2, kali kami berhasil melewati si HR114, tapi tetap selalu berhasil menyusul. Edan!. Beberapa kali dipertontonkan pertunjukan sengit itu, membuat kami yang ada di dalam bus—terutama barisan depan deck atas—berteriak-teriak. Seolah-olah meneriaki sang pengemudi agar melajukan busnya dengan cepat (walau hal itu sia-sia karena pasti tak akan terdengar). Padahal jika ditilik lebih lanjut, HR114 itu hanya bermesin mercedes O500R bertenaga 360 hp. Lebih kecil dibanding bus kami yang 410 hp. Begitulah jalanan, selalu skill yang banyak berbicara. Hampir setengah jam kami berduel dengan HR114 ini, hingga akhirnya HR114 itu mengalah, memberi jalur untuk kami lewati dari kanan. “Bye Hurricane, kapan-kapan cobain kamu ya hehe”..

Setelah tak ada pertunjukan lagi. Pukul 9 malam, kami sampai di RM. Raos Eco. Tempat kami menikmati service makan malam kami. Teman kami sampai menyerbut ruah makan ini seperti terminal khusus bus Laju Prima. Karena hampir setengah sisi terminal hanya diisi bus ini.

Ruang makan untuk bus Putera Mulya memang terpisah sendiri. Tapi kami kira akan terpisah juga untuk masing-masing kelas, ternyata tidak. Satu masukan lagi untuk PO ini kedepannya. Tapi Untuk rasa dari menunya sendiri cukup enak aku rasa.

45 menit kemudian bus kami kembali berjalan. Menyusuri Alas Roban baru kemudian memasuki Pekalongan sampai akhirnya masuk tol Brebes. Semenjak keluar rumah makan tak ada hal menarik di jalan. Kami hanya saling bercerita saja satu sama lain. Efek kenyang ditambah ayunan empuk suspensi Scania ini membuat kami mengantuk. Kurebahkan sandaran punggung sedikit ke belakang, kunaiki sandaran kaki, lalu kutarik selimut aku pun tertidur. Yang lain juga tidur. Sesekali aku terbangun karena suara dan sorotan lampu. Hingga memasuki Cikarang Utama aku baru benar-benar bangun. Kulihat jam masih pukul 4.00 pagi. Iseng tak ada mainan kucoba mendengarkan musik dari AVOD. Ko ngga bersuara ?. aku coba nyalakan di bangku temanku baru mau bersuara. Hmm, eror ternyata punyaku. Padahal bus baru seminggu. Dan ini kembali menjadi masukan untuk pihak karoseri.

Sampai sini kebanyakan dari kami itu tidur. Iyalah, seat empuk, bus nyaman, ditambah kenyang membuat kami ngantuk. Saat di tol kami benar tidak tahu ada kejadian menarik apa karena masih tertidur. Sampai bangun-bangun kami sudah ada di bekasi timur. Menurunkan beberapa penumpang disini. Lalau bablas tol dalam kota menuju perhentian terakhir di terminal pondok pinang. Kami yang sebelumnya turun di terminal pulogebang, memutuskan untuk ikut sampai pondok pinang hanya ingin menyaksikan bus itu perpal.

Pukul 5:30 bus kami sampai di pondok pinang. Artinya semua penumpang turun disini untuk kemudian menuju ke tujuannya masing-masing. Tapi kami justru berlama-lama di terminal ini sampai hari benar-benar siang. Saling bercerita tentang perjalanan semalam sekaligus menyaksikan pemandangan angkatan pagi muriaan.

Kalau kalian mau merasakan sensasi sekaligus pelayanan terbaik naik bus, maka naik lah bus ini (bukan promosi yah,.. hehe 😂😂)

==================================

Solo – Wonogiri

  • PO Timbul Jaya
  • AD 1510 FG
  • Patas Ekonomi 2-3
  • Solo – Wonogiri – Pracimantoro
  • Start : 8:00 (Solo)
  • Finish : 10:00 (Wonogiri)

Wonogiri – Solo

  • PO Putera Mulya
  • AD 1402 F
  • DD02 (Södertälje)
  • Wonogiri (Ngadirojo) – Jakarta (Pondok Pinang)
  • Eksekutif Class (2-2)
  • Double Decker (Deck Atas)
  • 36 Seat with AVOD + Smooking room (2)
  • Tarif : Rp 225.000 termasuk service makan + Snack
  • Start : 14:10 (Wonogiri)
  • Service makan : 21:00 (RM Raos Eco)
  • Finish : 5:30 (Pondok Pinang)
  • New setra Jetbus SDD (non selendang) Karoseri Adiputro
  • Scania K410iB Air Suspension