Perdana ke timur Jawa (2/3)

[Bus Trip] Surabaya – Solo – Semarang – Kudus

2 Januari 2016

Sampai di terminal Bungurasih, aku menyempatkan diri untuk bersih-bersih, makan, dan sholat disini. Walau tak lapar dan masih sangat pagi sebenarnya dari waktu sarapan. Tak apalah daripada tidak bertemu tempat makan lagi nantinya.

Pertama kali kesini, Aku langsung suka pada terminal ini. Jujur, ini mungkin terminal ternyaman yang pernah kudatangi. Berbeda jauh dari beberapa terminal di Jakarta.

Saat turun dari bis, kita akan langsung dihadapkan pada lorong yang dimana ada banyak tempat makan dan jajanan disini. Seperti layaknya tempat oleh-oleh. Musholah dan toilet juga mudah dijumpai. Selepas itu kita menuju sebuah aula yang cukup besar, nah disitulah tempat tunggu penumpang. Banyak dari mereka yang menginap disini atau sekedar istirahat. Disini juga kita bisa lihat bis yang akan berangkat sesuai tujuannya, karena di setiap koridor sudah terpampang tujuan masing-masing. Arahan dan papan petunjuk juga cukup jelas disini, jadi tak perlu takut kebingungan.

Terminal Bungurasih pagi itu

“Kudus.. kudus, Banyuwangi.. ”

Begitulah kiranya sahut-sahutan calo pada pagi itu. Ramai sekali. Para calo hanya menawarkan tujuan dari bisnya masing-masing tanpa paksaan kepada penumpang.

Pukul 5:40 sebenarnya belum tahu harus kemana lagi aku ini.

Beberapa armada Indonesia dan Jaya Utama berbodi ScorpionX tujuan Kudus sudah berdiri menanti. Ahh menggoda batinku untuk naik.

Karena tiket untuk pulang ke Jakarta sudah kupesan dari Kudus, tapi jika harus ke Kudus sepagi ini tentu tidak mungkin. Kecuali ada teman / saudaraku disana.

Terlintas dipikiranku untuk mencoba ke Semarang saja, menjajal bis-bis disini. Sembari mengulur waktu keberangkatanku sore nanti. Pasti seru.

“Ini ke Semarang ngga pak ?” Tanyaku pada salah satu kru Eka.

“Ngga mas, ini ke Magelang, klo Semarang nanti jam 9”

Waduhh bisa sampai Kudus jam berapa pikirku.

“Kalo mau, ikut ini aja sampe Solo, nanti nyambung ke Semarang banyak dari sana..” tambahnya

Baiklah, aku pun mengiyakan dan naik armada itu. Langsung kuamankan seat depan karena masih sangat kosong saat itu.

Pukul 6:15 bis dijalankan.

Pagi hari di jalanan Sidoarjo

Bertenagakan Hino RK berjalan agak cepat menyusuri jalanan Sidoarjo pagi itu. Tak ada yang menarik selama perjalanan. Hanya pemandangan kehidupan rutin warga pribumi. Sesekali disuguhkan hijaunya bukit dan persawahan.

Seru menurutku, bagi aku yang pertama kali melewati jalur ini. Semakin menambah pengetahuanku tentang bumi Jawa Timur.

Tidak lama kemudian kernet berkeliling untuk menarik ongkos kepada penumpang. Cukup Rp 74.000 saja sampai solo dan itu sudah termasuk service makan nantinya.

Bis berjalan standar sampai akhirnya pukul 8:30 sudah sampai Sragen. Agak cepat memang, semoga sampai Solo tidak terlalu siang harapku.

Memasuki Sragen

Selama perjalanan beberapa kali di blong oleh rivalnya yaitu Sugeng Rahayu. Namun beberapa kali juga sukses mencentang bahkan teman setimnya sendiri.

Pukul 10:15 memasuki RM. Duta Caruban untuk service makan. Oh ya, disini bukan menu prasmanan seperti biasanya melainkan kita memilih menu yang disediakan di tiket untuk nanti ditukarkan di rumah makan. Aku memilih nasi soto ayam waktu itu. Sayangnya dihidangkan dengan nasi dan sotonya sudah bercampur, membuat rasanya jadi kurang nendang.

Pukul 10:35 bis kembali berangkat, karena waktunya sangat sebentar jadi kehilangan momen untuk mengabadikan bis yang ku naiki.

Pukul 12:10 akhirnya sampai juga di Solo.

Lagi-lagi pertama kali juga aku ke Solo, dan pertama kali juga menginjakan kaki di Tirtonadi. Salah satu terminal terbaik di Jawa Tengah.

Langsung aku manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk jamak Sholat, tidak makan karena sudah tadi di Caruban. Jujur saat itu aku tidak tahu akan naik bis apa ke Semarang. Tapi sepertinya cukup banyak juga pilihan dari sini.

Akhirnya aku naik bus Royal Taruna, PO yang masih satu grup dengan Blue Star. Berbody Travego Smile dari Adiputro dan berchassis Hino RG. Karena kulihat hanya bis ini yang akan segera berangkat, kalau menunggu bis lain bisa sebenarnya tapi aku tak mau mengulur waktu terlalu lama. Melihat kondisi jalan yang belum aku ketahui.

Bus Royal Taruna menunggu berangkat

Aku pun naik ke dalam. Di baris ke 4 kududuk waktu itu. Tidak butuh waktu lama untuk membuat bis penuh. Sampai akhirnya pukul 13:00 bis berangkat meninggalkan terminal Tirtonadi.

Interior bus Royal Taruna

Sepanjang keluar terminal tadi sampai Jl. Raya Solo – Surakarta bis berjalan lambat sambil sesekali menaikan penumpang walau sudah penuh, alhasil banyak penumpang yang berdiri.

Aku memilih tidur waktu itu. Karena sudah sangat lelah dan tidak ada yang menarik dijalan.

Terbangun sudah di Tol Semarang. Pukul 15:20 saat itu. Agak lega karena akan sampai secepat ini. Tidak lama sampai juga di terminal Terboyo Semarang. Aku turun di depan jalan masuk terminal. Karena banyak bis yang ngetem ke Kudus dari sini.

Langsung saja kunaik patas Nusantara Semarang – Lasem dari sana. Bis berangkat tidak lama setelah kunaik dan hanya Rp 15.000 saja ongkosnya.

Ah, lambat banget bis ini jalannya. Lebih lambat dari Royal Taruna tadi. Aku pun waswas sepanjang perjalanan. Geram, ingin rasanya aku yang bergantian memegang kemudi dan ku kebut sampai Kudus.

Ternyata cuma 1 jam perjalanan Semarang – Kudus. Hmm kalo tau begini mending tidak usah panik dari tadi.

Aku pun turun dan menyebrang untuk masuk terminal Jati Kudus. Tempat aku memulai etape selanjutnya.

Jika dihitung perjalananku dari Surabaya – Solo sampai Kudus ini memakan waktu hampir 11 jam sudah termasuk istirahat di Solo 30 menit.

==================================

Surabaya – Solo

  • PO. Eka
  • Surabaya – Solo – Magelang
  • Patas Executive (2-2) non Toilet
  • Start : 6:00 (Surabaya)
  • Service makan : 9:20 (RM Duta Ngawi)
  • Finish : 12:30 (Solo)
  • Tarif : Rp 75.000 termasuk service makan

Solo – Semarang

  • PO. Taruna
  • Solo – Semarang
  • Patas (2-2) non Toilet
  • Start : 13:10 (Solo)
  • Finish : 15:30 (Semarang)
  • Tarif : Rp 25.000

Semarang – Kudus

  • PO. Nusantara
  • Semarang – Kudus – Lasem
  • Patas (2-3) non Toilet
  • Start : 16:20 (Semarang)
  • Finish : 17:15 (Kudus)
  • Tarif : Rp 15.000