Perdana ke Timur Jawa (1/3)

[Bus Trip] Depok – Surabaya

Gunung Harta (GH 120)

1 Januari 2016

dscn19391

Gunung Harta, salah satu PO asal Bali yang belakangan ini melakukan berbagai gebrakan di dunia perbisan Indonesia. Salah satunya adalah diluncurkannya produk SHD dari adiputro dengan memakai Chassis Mercedes-Benz O500R 1836 untuk memanjakan penumpangnya.

Rute yang dipilihnya adalah Bogor–Surabaya–Malang. Strategi yang tepat menurutku karena blm adanya pesaing yang berani memakai armada premium untuk rute sejauh ini.

Aku pun tertarik mencobanya, selain karena ingin “nyobain” armada premium ini, hal ini juga sebagai pembalasanku atas gagalnya touring Muriaan akhir Desember lalu.

Setelah memutuskan tanggal dan hal lainnya, aku pun memesan tiket Gunung Harta untuk pemberangkatan tanggal 1 Januari 2016. Didapatlah seat 1A seharga 350 ribu, masih harga liburan katanya. Kebetulan agen yang aku pesan tidak begitu jauh dari rumah, agen Pall tepatnya.

Harga segitu sudah termasuk makan 1x dan snack, tentunya dengan armada mewah mercedes-benz O500R 1836 berbodi terbaru SHD yang kece. Interiornya pun tak kalah nyaman, dengan 34 seat dengan legrest (sandaran kaki), 2 seat di smooking area dan toilet.

Oh ya, dalam touring kali ini aku memilih sampai Surabaya saja, karena begitu sampai sana aku harus ke Kudus sore harinya untuk pulang ke Jakarta. Terkesan tektok memang, karena aku tak punya banyak waktu untuk touring seperti ini.

Hari H tiba, setelah sholat Jum’at aku bergegas pergi ke agen untuk lapor. Sampai sana belum tahu armada apa yang mengantarku ke Solo. Kata teman-teman sih SHD, semoga saja benar.

20 menit menunggu, yang dinantipun tiba. Yess, GH 120 yang masih kinyis-kinyis teman perjalananku hari itu. Wangi dan bersih begitu masuk ke dalam kabin, ditambah kru yang ramah menambah nilai plus bagi bus ini. Saat duduk, sudah ada penumpang disampingku yang menjadi teman ngobrolku saat itu. Beliau lumayan sering bulak-balik Bogor–Malang, sebelumnya sering menggunakan armada P***** K******. Begitu tahu Gunung Harta meluncurkan armada terbarunya, Beliau pun pindah hati pada bus ini.

Pukul 13:40 bus diberangkatkan dari Pall Depok, sambil menaikan beberapa penumpang di Jalan Raya Bogor, sampai akhirnya tiba di agen Ps.Rebo untuk menaikan snack yang nanti akan dibagikan. Disini SHD lain ternyata berangkat menuju Malang dengan nomor lambung GH 119.

Pukul 14:00 sampai di Ps. Rebo, tidak lama disini, bus pun langsung digiring masuk tol. Benar-benar halus mesin dari mercy ini, suspensinya pun lembut, minim sekali goncangan. Tapi yang disayangkan dari bodynya hanya pilar melintang yang membelah kaca didepan, sungguh menghalangi pemandangan. Tentu mengganggu bagi anda yang senang melihat opera van tura.

Sebagai BisMania ternyata aku tidak sendiri melakukan touring ini, ada beberapa teman juga yang melakukan perjalanan hari ini. Aku tahu begitu setelah memposting perjalananku ini di facebook. Tapi tidak satu bus, dia naik GH 119 SHD, bus yang berjalan bersama ku dari Ps. Rebo tadi. Semoga bisa ketemu nanti di Taman Sari.

Bis berjalan santai tapi cepat, terbukti dengan dicentangnya beberapa armada siang itu. Harapan Jaya, Rosalia Indah, Luragung, dll. Lalu lintas sore itupun tak begitu ramai, beda dengan liburan Natal kemarin yang ramai dengan para pelancong yang ingin menghabiskan liburan diluar kota.

Pukul 15:20 tak terasa sudah masuk di RM. Taman Sari Cipali, rekor yang luar biasa menurutku bisa sampai secepat ini. Dan pertama kali juga bagiku singgah di RM ini. Ternyata sudah ada GH 119 yang lebih dulu sampai. Beberapa armada lain juga berhenti di RM ini, seperti Agra Mas, Maju Lancar, Harapan Jaya, dsb.

Suasana RM Taman Sari sore itu

Aku langsung tak menyia-nyiakan waktu yang ada, begitu turun langsung kucari kamar mandi dan mushola. Setelah itu barulah antri makan, cukup ramai penumpang sore itu sampai-sampai petugas RM pun kewalahan. Disini nasi bebas mengambil, namun lauk dan sayur dijatah. Aku hanya mengambil sayur dan bihun, karena tak suka daging ditambah teh tawar hangat sebagai minumannya. Rasanya tak begitu istimewa, namun cocok lah untuk sekedar mengganjal perut.

Setelah makan, seperti kebiasaan BisMania yang lain yaitu hunting, karena cukup banyak bus yang mampir disini. Terutama mengabadikan armada yang kunaiki. Bukan aku saja yang berfoto dengan SHD ini, banyak dari penumpang lain pun mengabadikan momen yang sama, tak sedikit pula yang berdecak kagum.

Gunung Harta GH.119

Busku ada disebelahnya sama seperti ini, bus ini yang dinaiki teïmanku tadi, tapi disini aku tak berjumpa dengannya. 

Pukul 16:15 bus kembali diberangkatkan, sambil diiringi mendung, dan benar saja tak lama hujan deras mengguyur Cipali sore itu. Menambah suasana syahdu. Suasana seperti inilah yang aku sukai saat naik bus.

Hujan di Tol Cipali

Pukul 18:00 bus keluar GT. Pejagan, gerbang tol terakhir yang kulalui. Ditemani OBL Denpasaran yang tertatih-tatih berjalan, menggambarkan beratnya jarak yang harus ia tempuh dengan usia yang tak lagi muda. Disini pun ada Tungggal Daya berbody Revobus yang mengawal langkahku semenjak keluar gerbang tol tadi. Gesit juga rupanya, beberapa kali coba untuk mengejar namun ternyata masih kalah cepat. Sampai akhirnya si Revobus pun mengalah.

Setelah itu, aku pun tertidur. Tanpa sadar bangun sudah di daerah Pemalang, sebenarnya sayang jika melewatkan momen seperti ini dengan tidur, banyak hal yang dilewati pasti, namun apa daya godaan mata tak bisa dihindari.

Pukul 21:00, terlihat bus-bus Muriaan mulai datang menginvasi ke arah barat. New Shantika, Nusantara, Bejeu, Haryanto, ahh.. ingin sekali mencicipi semua armada itu.

Rasa lapar tiba-tiba saja datang, ternyata begini akibat makan malam yang kesiangan. Kutahan saja sambil tidur sampai nanti berhenti lagi. Pukul 21:35 masuk RM. Sari Rasa Kendal, tapi berhenti hanya untuk check saja. Ternyata berhenti ketika sampai di sebuah SPBU tidak jauh dari RM. tadi. Karena lama, penumpang di izin kan untuk istirahat. Langsung lah aku menuju mushola dan menunaikan Shalat, setelah itu mampir ke warung untuk mengisi perut yang sudah berontak dari tadi. Untung ada warung pikirku, kalau tidak.. mustahil menahan lapar sampai Surabaya.

Sekitar pukul 22:20 bus kembali berangkat, masuk Semarang, kemudian Rembang. Ada beberapa penumpang yang mulai turun. Sampai akhirnya masuk daerah perbatasan Jawa Timur, ini pertama bagiku memasuki daerah ini. Sangat unik, disini kita bisa melihat laut yang terhampar tepat di sisi jalan, bahkan ada beberapa aktifitas nelayan juga yang terlihat. Akan lebih indah jika disiang hari bayangku.

Sepanjang perjalanan tak ada rival yang berarti, hanya Pahala Kencana dan Sindoro Satriamas yang kutemui. Selebihnya tidak ada.

Memasuki Lamongan, hujan kembali turun lumayan deras. Sampai memasuki GT Surabaya masih hujan, tapi perlahan reda ketika memasuki kawasan Bungurasih. Tidak terasa sudah sampai pada tujuan akhirku, Terminal Bungurasih. Disinilah aku turun, tak lupa kuucap terima kasih kepada Driver dan kru. Yang telah mengantarku dengan selamat sampai sini, semoga lain kali bisa kembali menaiki Gunung Harta ini.

Masih lumayan pagi, sekitar jam 4 subuh waktu itu. Alhamdulillah diluar ekspektasiku, tidak terlalu kesiangan sampai sini. Masih banyak waktu bersiap untuk perjalanan berikutnya.

==================================

PO. Gunung Harta

  • N 7294 UA
  • GH 120
  • Bogor – Surabaya – Malang
  • Executive Class (2-2) Toilet
  • 34 Seat (+ 2 Smooking Area)
  • Tarif : Rp 350.000 termasuk Service makan & Snack
  • Start : 14:00 (Depok)
  • Service makan : 15:40 (RM Taman Sari Cipali)
  • Istirahat : 21:30 (SPBU Kendal)
  • Finish : 4:00 (Surabaya)
  • New Setra Jetbus SHD Karoseri Adiputro
  • Mercedes-Benz O500R 1836 Air Suspension